JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Budidaya Cabai Rawit Mendukung Pertanian Perkotaan (2018)

Cabai merupakan komoditas strategis Kementerian Pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan mempengaruhi nilai inflasi mata uang RI. DKI Jakarta dengan jumlah penduduk yang padat turut mempengaruhi tingkat konsumsi cabai. Oleh karena itu, dengan keterbatasan lahan pertanian yang ada, Jakarta ingin turut berkontribusi dalam penyediaan cabai dengan teknologi spesifik pertanian yang memanfaatkan lahan yang terbatas. Polikultur merupakan salah satu teknik budidaya yang efisien dan hemat lahan.

Pengkajian ini bertujuan menguji volume media tanam polikultur cabai – sayuran dalam pot, ii) menguji  tanaman polikultur cabai - sayuran dalam pot; iii) menguji kelayakan teknologi budidaya cabai dalam pot secara polikultur di tingkat petani pengguna, baik dari segi teknis, sosial, maupun ekonomi.

Hasil kajian menunjukkan ukuran pot yang optimal untuk polikultur cabai dan sayuran adalah pot dengan diameter 55. Populasi caisim yang terbaik adalah 5 tanaman/pot, sedangkan untuk tanaman kangkung berat benih yang memberikan hasil maksimal adalah 3 g/pot. 

Persepsi pengguna terhadap inovasi teknologi polikultur cabai yang meliputi persepsi terhadap keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan, tingkat kemudahan dapat dicoba, dan tingkat kemudahan untuk dilihat hasilnya termasuk dalam katagori baik. Teknologi polikultur dapat diterima dan berpeluang untuk diadopsi oleh pengguna. Faktor yang paling mempengaruhi persepsi terhadap teknologi budidaya polikultur cabai adalah tingkat kemudahannya untuk dicoba dan diterapkan dengan nilai yang paling tinggi yaitu 94,44%.

Penambahan input pada polikultur cabai-kangkung untuk satu periode panen kangkung adalah 3 gram benih dan 3 gram NPK dengan total tambahan biaya Rp. 6.120,- per pot per tahun dapat menambah output sebesar Rp. 30.000,- per pot per tahun.