JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Uji Paket Teknologi Budidaya Bawang Merah off Seasons dan Penanganan Pasca Panen Mendukung Pertanian Perkotaan (2018)

Bawang merah (Allium ascalonicum)  adalah salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan cukup penting untuk dikembangkan di Indonesia. Permintaan bawang merah segar, baik sebagai bahan konsumsi rumah tangga, maupun untuk bahan baku industri terus mengalami peningkatan setiap tahun.  Masalah yang sering dihadapi oleh petani bawang merah adalah fluktuasi harga yang cukup tinggi, yang disebabkan produksi  sangat berlimpah pada saat tertentu, sehingga harganya sangat rendah. 

Salah satu kendala tersebut, antara lain adalah  pemilihan varietas,  tidak cukup tersedianya benih umbi bawang merah dan adanya serangan hama dan penyakit.  Sampai saat ini peningkatan produksi bawang merah umumnya sangat tergantung  varietas dan saat musim  tanam.  Pada saat off season,  serangan organisme pengganggu tanaman (OPT),  menyebabkan terjadinya kegagalan panen,  tidak efisien dengan risiko kegagalan panen yang tinggi, akibat  genangan air maupun serangan hama dan penyakit.  Salah satu  kunci  keberhasilan usaha tani bawang merah di luar musim  adalah  pemilihan varietas yang tepat. Untuk itu diperlukan usaha untuk  menguji teknologi  budidaya  tanaman bawang merah off seasons  dengan menggunakan  teknologi  budidaya  menggunakan polybag dan lahan pekarangan di DKI Jakarta.  Kegiatan  pengkajian  dilaksanakan mulai  bulan   Januari  sampai  bulan   Desember  2018,  di  wilayah  DKI Jakarta  (Selatan dan  Barat).  Pengkajian  menggunakan  5  perlakuan   Rakitan  Teknologi, yaitu:  1).  Var. Sembrani + Teknologi rekomendasi , 2). Var. Trisulla  +  Teknologi  rekomendasi,  3)  Var.   Bima   +   Teknologi   rekomendasi, 4). Var.  Mentes +  Teknologi  rekomendasi  dan  5). Kontrol/tehnologi petani.

Dari hasil kajian disimpulkan bahwa untuk  perlakuan  menunjukkan untuk  semua varietas adaptip  untuk  disahakan dan dikembangkan di wilayan DKI Jakarta. Rata – rata  pada perlakuan A, memberikan hasil yang tertinggi dibandingkan pada perlakuan B, hal ini disebabkan karena Varietas yang digunakan pada perlakuan A, secara genetik memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih besar dibadingkan pada perlakuan yang lain. Untuk pertumbuhan dan hasil, masing - masing lokasi memberikan respon yang berbeda-beda, hal ini disebakan karena kondisi lingkungan santa berpengaruh terhadap  data pertumbuhan dan hasil yang diperoleh pada 3 lokasi pengkajian.   Selain itu  ada beberapa hal yang harus dilakukan  pada  saat off seasons antara lain, a). menjaga kelembaban (pengaturan kerapatan populasi,  jumlah  umbi  pada  setiap polybag), b). menambah lubang airasi pada setiap  polybag,  c). Pembilasan  tanaman  setelah hujan, d). Penggunaan  Fungisida  nabati (Bioprotektor), e). penggunaan  Fungisida Sintetis (ambang batas, Score, Copcide).  Selain itu  untuk yang  dilahan;  Perlunya penambahan bahan organik di lahan untuk memperoleh kondisi penanaman yg optimal  bagi pertumbuhan tanaman dan memperhatikan pengairan dan perawatan.