JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Seminar/Lokakarya

JAKARTA - Kesadaran mengenalkan dunia pertanian kepada anak sejak usia dini memang perlu dilakukan. Apalagi saat ini tidak banyak anak-anak yang tahu berbagai jenis tanaman yang ada di sekitarnya ataupun yang mereka makan sehari-hari.

Dalam rangka mengenalkan dunia pertanian kepada anak, TK PLN  Duren 3 - Pancoran, mengadakan kunjungan ke BPTP Jakarta pada hari Selasa(11/11).

Dalam kesempatan ini, tim penyuluh BPTP Jakarta menyampaikan beberapa materi tentang pengenalan beberapa jenis tanaman dan pertanian perkotaan di lahan pekarangan. Anak-anak  tersebut terlihat sangat antusias sekali sepanjang pemaparan teori, terlebih ketika mereka diajak tebak gambar mengenai tanaman perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, obat dan sayuran.


Selesai menerima pemaparan teori, anak-anak  diajak berwisata keliling kebun BPTP Jakarta untuk melihat secara langsung model pertanian perkotaan di lahan pekarangan. Mereka terlihat asyik mengenali beberapa tanaman yang belum mereka lihat sebelumnya namun sudah sering mereka konsumsi.

Tidak kalah menarik, anak-anak berkesempatan pula menanam  bibit tanaman kangkung dan bayam ke dalam polybag dengan media yang sudah disiapkan. Polibag yang telah berhasil mereka tanam, diperbolehkan dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Tidak ketinggalan, BPTP Jakarta juga membekali sekolah dengan paket bibit sayuran. Tujuannya adalah teori-teori yang sudah didapatkan dari BPTP Jakarta dapat segera diimplementasikan di sekolah dan di rumah masing-masing.

Jika kesadaran akan hidup sehat dan mengoptimalkan lahan pekarangan dengan bertanam sudah tumbuh, tidak saja dari anak-anak tetapi juga orang dewasa, kemandirian pangan sepertinya bukan impian lagi bisa diperoleh masyarakat Indonesia. Bravo Indonesia mandiri pangan!

Jakarta, Selasa (4 Maret 2014) bertempat di Kelompok Tani Jati Songo RW.009, Kalurahan Kramatjati, Kecamatan Kramatjati Jakarta Timur diadakan Pelatihan Pembuatan Kompos Plus dengan bahan Trichoderma dalam mendukung Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam acara tersebut dihadiri oleh Staf Balai Proteksi Tanaman (BPT) sebagai narasumber, tim KRPL  Jakarta Timur dan seluruh anggota Kelompok Tani Jati Songo. Setelah pelatihan dilanjutkan dengan praktek pembuatan kompos plus yang dilakukan secara langsung oleh kelompok Tani Jati Songo dipandu oleh staf BPT.


Anggota kelompok melakukan praktek yang diawali dengan memisahkan sampah-sampah rumah tangga dari plastik-plastik sebelum diolah menjadi kompos. Kemudian pemisahan dilakukan sampah rumah tangga tersebut di susun berbentuk guludan, disebabkan sampah sudah mulai membusuk sebaiknya lapisan paling bawah adalah sampah dari daun-daunan segar. Kemudian pada lapisan diatas sampah rumah tangga dilapisi dengan pupuk kandang, setelah itu ditambahkan trichoderma. Tahapan tersebut dilakukan secara terus menerus sampai setinggi 1 meter, kemudian ditutup dengan plastik bening supaya suhu dan kelembaban stabil sehingga proses pembusukan dapat terjadi dengan cepat. Tumpukan ini akan diaduk pada hari ke 7 dan ke 14. Pengomposan akan terjadi setelah 23 hari dan siap dipakai untuk media semai dan media tanam sayuran. Dengan adanya pelatihan pembuatan kompos ini, maka diharapkan dapat menjadi solusi bagi Kelompok Tani Jati Songo dalam mengatasi keterbatasan dalam ketersediaan media semai dan media tanam untuk penanaman dalam menanam sayuran di halaman rumah masing-masing serta dapat menjadikan nilai tambah bagi anggota Kelompok Tani Jati Songo dalam mendukung kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari.