JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Pada tanggal 18 April 2012 telah diselenggarakan Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke 88 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian. Program ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya. Kementerian Pertanian telah ikut berpartisipasi dengan program TMMD sejak 1980 dan terus berlanjut sampai sekarang.

Rakornis tersebut bertemakan “Melalui program TNI manunggal  membangun desa kita tingkatkan sinergitas kegiatan dan kerjasama antara TNI, POLRI, Lembaga Kementerian/ LPNK, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan di pedesaan menuju masyarakat yang damai dan sejahtera”.

Pada kesempatan tersebut Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh masing-masing eselon I, memamerkan potensi yang dimilikinya yang diharapkan dapat mendukung program TMMD. BPTP Jakarta sebagi UPT Badan Litbang Pertanian yang berada di Jakarta ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.  Materi yang ditampilkan teknologi yang mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang saat ini sedang dikembangkan Kementerian pertanian, antara lain bertanam sayuran di lahan sempit dengan teknik vertikultur dan bertanam dalam pot. Teknologi tersebut banyak menarik perhatian peserta Rakornis yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Bertempat di Aula BPTP Jakarta, Selasa 3 April 2012, dilaksanakan Monev Ex-Ante Internal BPTP Jakarta yang dilaksanakan oleh Tim Monev BPTP Jakarta dengan penangung jawab kegiatan.

Acara dibuka Kepala BPTP Jakarta,  Ir. Sri Sulihanti, M.Sc. Dalam arahannya menyampaikan kepada para penanggungjawab kegiatan agar pertemuan monev Ex-Ante ini dijadikan kesempatan untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan monev dan diharapkan ada keterbukaan diskusi antara SPI dengan monev ex-ante,   sehingga diakhir kegiatan pertemuan ini ada rumusan upaya memperbaiki dan merencanakan monev. Adapun yang dipersiapkan oleh penanngung jawab antara lain: Laporan bulanan Januari sampai dengan Maret serta laporan triwulan 1.

Monitoring dan evaluasi dilakukan selama kurun waktu kegiatan berlangsung agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Masalah ataupun potensi masalah dapat terdeteksi sejak dini dan memberikan dasar usaha perbaikan substansi maupun operasional. Agar monitoring dapat efektif, diperlukan data awal, indikator kinerja yang jelas, mekanisme atau prosedur pelaksanaan, dan perencanaan sebaik mungkin.

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Badan Litbang Pertanian mengadakan Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) 17-21 Nopember 2011. Acara bertemakan ‘Percepatan Transfer Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi untuk Pemberdayaan Petani Mendukung Ketahanan Pangan Nasional’ ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, Kamis (17/11/2011) di Kampus Penelitian Cimanggu, Bogor.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengharapkan pekan pertanian spesifik lokasi (PPSL) bisa menjadi ajang bagi para pelaku di sektor pertanian untuk menyerap berbagai informasi teknologi pertanian untuk diimplementasikan di lapangan. Inovasi teknologi pertanian sangat diperlukan untuk peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian.
"Pekan ini bukan eforia. Saya tidak suka dengan evoria, tetapi diharapkan membawa manfaat yang bisa dibawa pulang," katanya.

Peserta pameran dari daerah satu bisa melihat keunggulan hasil inovasi teknologi pertanian dari daerah lainnya, sehingga bisa diimplementasikan. Rusman juga menekankan pentingnya hasil inovasi teknologi itu sampai ke petani. Tidak berhenti pada kegiatan penelitian. Karena tanpa diadopsi petani tidak akan banyak manfaatnya.
"Tantangan bagaimana peneliti bisa meyakinkan petani untuk memanfaatkan produk hasil inovasinya," katanya.

Berbagai kegiatan sengaja digelar untuk menyemarakkan acara ini, seperti Seminar Nasional, Ekspose Inovasi Teknologi, Talkshow, Bedah Buku, Temu Teknologi, demo/peragaan teknologi, Workshop, lomba-lomba yang menarik dan atraktif, serta malam anugerah inovasi. Melibatkan banyak peserta dari berbagai kalangan (BPTP seluruh Indonesia, Balit serta Puslit dibawah naungan Badan Litbang Pertanian. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan berbagai stakeholder dalam membangun sistem kerja sama berkelanjutan namun juga mempercepat penerapan inovasi untuk mewujudkan kemandirian petani.

BPTP Jakarta  partisipasi  dalam pameran tersebut.  Materi yang ditampilkan adalah inovasi mendukung pertanian perkotaan.  Beberapa materi antara lain pemanfaatan lahan sempit dengan budidaya sayuran secara vertikultur dan tanaman dalam pot, pembuatan pupuk organik padat dan cair, teknologi pasca panen/pengolahan berupa bir pletok, sari wornas (sari wortel nanas), sari buah belimbing serta tanaman hias. Materi yang ditampilkan berupa poster/banner, leaflet serta materi peraga berupa produk minuman, vertikultur, telor itik manik merah, pupuk organik, serta anggrek. Teknologi yang ditampilkan sangat menarik perhatian pengunjung, selain mudah diterapkan, juga sebagai referensi untuk mengembangan pemberdayaan masyarakat.

BPTP Jakarta kembali berpartisipasi dalam kegiatan Pameran agribisnis, Agrinex Expo 2012. Ajang pameran yang keenam kalinya ini diselenggarakan pada 30 Maret - 1 April 2012 di Jakarta Convention Center.

Mengusung tema Agribisnis Untuk Semua, Agrinex Expo 2012 diikuti pelaku usaha mikro, korporat, perguruan tinggi, hingga  pemerintah.

Saat ini, produk Agribisnis telah memiliki berbagai fungsi, namun keamanan dalam penyediaan makanan masih merupakan program utama pada pembangunan pertanian di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuan produk untuk menjamin ketersediaan bahan pangan, kebanggaan bangsa dan ekonomi nasional, dan yang paling penting adalah kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Latar Belakang
Indonesia belum mandiri dalam penyediaan makanan, belum sejahteranya kehidupan petani, dan adanya potensi yang besar pada agrowisata. Dengan begitu banyaknya petani dan lahan subur di Indonesia, kebanggaan bangsa dipertaruhkan apabila pada penyediaan bahan pangan masih tergantung pada petani dari negara lain.  

Tujuan
Menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah bagi agribisnisnya sendiri.

Konsep
Pameran Agribisnis Terpadu di lokasi bergengsi yang diikuti oleh Pemerintah, Pengusaha lokal, Nasional dan Internasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta, Universitas, Usaha Kecil Menengah (UKM), Bank, Perusahaan Eksportir dan Importir, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan lainnya yang terkait Agribisnis.

Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang berada di Jakarta, BPTP Jakarta ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.  Materi yang ditampilkan adalah telur asin manik merah, jus belimbing, pupuk organik pellet dan pupuk organik granul.

Senin, 14 Nopember 2011 bertempat di Aula Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, telah dilaksanakan  TOT Pertanian Perkotaan. Acara ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Pertanian,  Yayasan Unilever  Indonesia dan 7 organisasi pendukung Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) dengan  pelaksana BPTP Jakarta.

GPTP pertamakali digagas oleh ibu Negara, Ani Yudhoyono pada tahun 2007 dan  dilaksanakan oleh 7 organisasi yaitu, Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Bhayangkari, PKK, Kowani dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan.
Setiap tahun GPTP mempunyai tema berbeda-beda. Pada TOT kali ini mengambil tema “Rumah Hijau Menuju Ketahanan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Ekonomi Keluarga”. Peserta sebanyak 130 orang terdiri dari 30 RW se DKI Jakarta, wakil dari 7 organisasi pendukung GPTP serta media massa.

Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar Pengkajian Dr. Ir.  Kasdi Subagyono, M.Sc. Dalam sambutan pembukaanya Kepala Balai Besar Pengkajian menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program M-KRPL  (Model Kawasan Rumah Pangan Lestari) yang ada dasarnya mempunyai muatan 5 hal yakni ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan, konservasi sumber daya pangan lokal, kebun bibit desa, dan peningkatan pendapatan dan Kesejahteraan keluarga.


Acara pelatihan ini terbagi dalam 2 sesi yaitu pemaparan materi dan praktek. Rangkaian acara dalam kegiatan pelatihan ini diawali dengan pemaparan umum konsep Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) yang dilanjutkan oleh pemaparan materi oleh nara sumber Tim MKRPL BPTP Jakarta antara lain:  (1) Optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Model Kawasan Rumah Pangan Lestari oleh Ir. Sri Sulihanti, M.Sc (kepala BPTP Jakarta, (2) Budidaya Sayuran Ramah Lingkungan dipekarangan oleh Dr. Yudi Sastro, MP (peneliti dari BPTP Jakarta, (3) Pengendalian hama penyakit sayuran ramah lingkungan oleh Indati Puji Lestari Sp, M.Si (peneliti BPTP Jakarta). 

Pada sesi praktek lapang  dibimbing lansung oleh Dr. Yudi Sastro, MP dan didampingi oleh Muhamad Nur, AMd sebagai teknisi lapangan. Pada momen ini peserta diajak langsung bagaimana cara bertanam sayuran dalam pot dan secara vertikultur mulai menyiapkanmedia tanam,  penyemaian  benih, penanaman serta pemeliharaan tanaman,

Para peserta sangat antusias mengkuti pelatihan ini, terbukti dari tiadak adanya seorangpun peserta yang meninggalkan acara pelatihan sebelum pelatihan ditutup dan banyaknya pertanyaan/tanggapan yang disampaikan kepada nara sumber.  Mereka peserta sepakat bahwa setelah selesainya acara pelatihan ini mereka akan mengimplementasikannya di lapangan (di lingkungan masing-masing). Para peserta juga mengharapkan agar BPTP bersedia menjadi tempat bertanya dan berkonsultasi mengenai teknologi bididaya tanaman hortikultura terkait dengan pelaksanaan Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama pula Ibu Mieke Suswono menyempatkan diri mengunjungi percontohan pemanfaatan lahan dalam rangka budidaya tanaman sayuran pada lahan terbatas dengan teknologi vertikultur.  Selain itu juga diserahkan benih sayuran kepada para peserta untuk ditanam di wilayah masing-masing.