JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Pada Tanggal 4 Mei 2012, bertempat di rumah susun angkatan laut, Marunda, telah dilaksanakan Sosialiasasi dan TOT kegiatan MKRPL (Model Kawasan Rimah Pangan Lestari) BPTP Jakarta, pertemuan dihadiri oleh kepala BPTP Jakarta, Ir.Sri Sulihanti, MSc. Beserta staf, ibu Panglima TNI AL, ibu Didit Herdiawan beserta ibu-ibu PERSIT TNI AL, Suku Dinas Pertanian Jakarta Utara, BBI Sukapura, dan penghuni rumah susun angkatan laut, Marunda.

Pertemuan di buka oleh ibu Didit Herdiawan, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus sosialisasi kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari oleh kepala Balai BPTP Jakarta, Ir.Sri Sulihanti, Msc., dalam sambutannya kepala balai BPTP Jakarta memaparkan prinsip-prinsip KLRPL, yakni : Ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga, Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, Konservasi sumberdaya genetik (tanaman, ternak, ikan) untuk masa depan dan Peningkatan Kesejahteraan rumahtangga dan masyarakat.  Pertemuan di akhiri dengan pelatihan budidaya sayuran di lahan pekarangan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat tercipta suatu kawasan di Jakarta Utara yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi  keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.

Pada tanggal 3 Mei 2012, bertempat di aula BPTP Jakarta, telah dilaksanakan Sosialiasasi dan Koordinasi kegiatan UPBS BPTP Jakarta. Pertemuan dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Suku dinas pertanian dan kehutanan Jakarta utara, suku dinas pertanian dan kehutanan Jakarta barat, suku dinas pertanian dan kehutanan Jakarta timur, suku dinas pertanian dan kehutanan Jakarta selatan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hasil Pertanian dan Jasil Hutan Propinsi DKI Jakarta, Kepala Pusat Pengembangan Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Kehutanan Propinsi DKI Jakarta, dan petani-petani yang menangani perbenihan padi dan sayuran.

Pertemuan di buka oleh kepala BPTP Jakarta, Ir.Sri Sulihanti, Msc, dengan adanya sosialisasi dan koordinasi ini diharapkan dapat mensinergikan program kerja yang ada di BPTP Jakarta dengan Dinas Kelautan dan pertanian DKI Jakarta berikut unit kerja di bawahnya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani DKI Jakarta.

Dari hasil sosialisasi dan koordinasi dapat di tarik kesimpulan : (1) Benih padi yang sudah di introduksi BPTP Jakarta ke petani menghasilkan produktivitas yang cukup baik, mekongga 8,31 ton/ha, ciherang 8,22 ton/ha, IR 42 7,6 ton/ha, Aek Sibondong 7,33 ton/ha, Inpari 13 6,96 ton/ha (2) Adanya permasalahan pemasaran benih, penyimpanan benih, alat processing benih di tingkat petani, namun itu semua dapat difasilitasi oleh instansi-instansi terkait yang hadir. (3) Pusat Pengembangan Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Kehutanan Propinsi DKI Jakarta, siap memfasilitasi lahan untuk benih sumber.

Bertempat di Aula BPTP Jakarta, Selasa 3 April 2012, dilaksanakan Monev Ex-Ante Internal BPTP Jakarta yang dilaksanakan oleh Tim Monev BPTP Jakarta dengan penangung jawab kegiatan.

Acara dibuka Kepala BPTP Jakarta,  Ir. Sri Sulihanti, M.Sc. Dalam arahannya menyampaikan kepada para penanggungjawab kegiatan agar pertemuan monev Ex-Ante ini dijadikan kesempatan untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan monev dan diharapkan ada keterbukaan diskusi antara SPI dengan monev ex-ante,   sehingga diakhir kegiatan pertemuan ini ada rumusan upaya memperbaiki dan merencanakan monev. Adapun yang dipersiapkan oleh penanngung jawab antara lain: Laporan bulanan Januari sampai dengan Maret serta laporan triwulan 1.

Monitoring dan evaluasi dilakukan selama kurun waktu kegiatan berlangsung agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Masalah ataupun potensi masalah dapat terdeteksi sejak dini dan memberikan dasar usaha perbaikan substansi maupun operasional. Agar monitoring dapat efektif, diperlukan data awal, indikator kinerja yang jelas, mekanisme atau prosedur pelaksanaan, dan perencanaan sebaik mungkin.

Pada tanggal 18 April 2012 telah diselenggarakan Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke 88 di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian. Program ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya. Kementerian Pertanian telah ikut berpartisipasi dengan program TMMD sejak 1980 dan terus berlanjut sampai sekarang.

Rakornis tersebut bertemakan “Melalui program TNI manunggal  membangun desa kita tingkatkan sinergitas kegiatan dan kerjasama antara TNI, POLRI, Lembaga Kementerian/ LPNK, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan di pedesaan menuju masyarakat yang damai dan sejahtera”.

Pada kesempatan tersebut Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh masing-masing eselon I, memamerkan potensi yang dimilikinya yang diharapkan dapat mendukung program TMMD. BPTP Jakarta sebagi UPT Badan Litbang Pertanian yang berada di Jakarta ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.  Materi yang ditampilkan teknologi yang mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang saat ini sedang dikembangkan Kementerian pertanian, antara lain bertanam sayuran di lahan sempit dengan teknik vertikultur dan bertanam dalam pot. Teknologi tersebut banyak menarik perhatian peserta Rakornis yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

BPTP Jakarta kembali berpartisipasi dalam kegiatan Pameran agribisnis, Agrinex Expo 2012. Ajang pameran yang keenam kalinya ini diselenggarakan pada 30 Maret - 1 April 2012 di Jakarta Convention Center.

Mengusung tema Agribisnis Untuk Semua, Agrinex Expo 2012 diikuti pelaku usaha mikro, korporat, perguruan tinggi, hingga  pemerintah.

Saat ini, produk Agribisnis telah memiliki berbagai fungsi, namun keamanan dalam penyediaan makanan masih merupakan program utama pada pembangunan pertanian di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuan produk untuk menjamin ketersediaan bahan pangan, kebanggaan bangsa dan ekonomi nasional, dan yang paling penting adalah kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Latar Belakang
Indonesia belum mandiri dalam penyediaan makanan, belum sejahteranya kehidupan petani, dan adanya potensi yang besar pada agrowisata. Dengan begitu banyaknya petani dan lahan subur di Indonesia, kebanggaan bangsa dipertaruhkan apabila pada penyediaan bahan pangan masih tergantung pada petani dari negara lain.  

Tujuan
Menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah bagi agribisnisnya sendiri.

Konsep
Pameran Agribisnis Terpadu di lokasi bergengsi yang diikuti oleh Pemerintah, Pengusaha lokal, Nasional dan Internasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta, Universitas, Usaha Kecil Menengah (UKM), Bank, Perusahaan Eksportir dan Importir, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan lainnya yang terkait Agribisnis.

Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang berada di Jakarta, BPTP Jakarta ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut.  Materi yang ditampilkan adalah telur asin manik merah, jus belimbing, pupuk organik pellet dan pupuk organik granul.