JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Bertempat di Kelompok Tani Joglo Baru, Kembangan, Jakarta Barat, BPTP Jakarta melakuan pengambilan sampel ubinan tanaman padi pada tanggal 3 Oktober 2019.

Varietas padi yang ditanam pada lahan dengan luas lebih kurang dua ha ini adalah variietas Inpari-30 dan Inpari 33. Terlihat pada beberapa bagian titik terdapat tanaman padi yang rebah karena angin yang cukup kencang. Namun gabah pada tanaman bernas dan memiliki kualitas yang baik,  hal ini diditunjukkan dengan rendahnya kadar air gabah.

Pada varietas Inpari-33 memiliki kadar air  21-23% sedangkan untuk inpari-30 memiliki kadar air 27-31%.  Jumlah anakan produktif untuk kedua varietas bervariasi antara 20-30 anakan. Sedangkan dari tinggi tanaman Inpari-30 memiliki tinggi 110-120 cm, lebih tinggi dibandingkan Inpari 33 yang hanya 90-100 cm.

Sampel ubinan yang diambil berukuran 2.5 x 2.5 m, yang kemudian dirontok secara manual. Dari hasil ubinan didapatkan 5.45 kg untuk luasan 6.25 m2, sehingga potensi produktivitas yang didapatkan 8.6 ton/ha GKG untuk varietas Inpari-33. Sedangkan hasil ubinan varietas  Inpari-30 diperoleh hasil sebesar  7.22 kg, hasil tersebut setara dengani 11.5 ton/ha GKP.

Depok – Dalam rangka mendukung Kementan menjadi Badan Publik Informatif, BPTP Jakarta hadir dalam kegiatan Rakor PPID Tahun 2019 di The Margo Hotel Depok.

Selama sembilan tahun pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kementerian Pertanian masih dijumpai beberapa kendala. Sebagai salah satu antisipasi dalam pemecahan permasalahan tersebut, Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) lingkup Kementan.

Pelaksanaan Rakor PPID, secara tidak langsung mendorong koordinasi dan sosialisasi internal UK/UPT terkait pengelolaan dokumen informasi publik. Pada Rakor, PPID lingkup Kementan saling bertukar informasi, khususnya terkait pengelolaan informasi publik.

Dalam sambutannya, Ka Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr., Ph.D, menyampaikan bahwa Kementan melakukan pemeringkatan keterbukaan informasi publik bukan dalam rangka punishment, tetapi sebaliknya sebagai bentuk pembinaan. Tiga hal yang dinilai dalam pemeringkatan tersebut dilihat dari pengelolaan website unit kerja, Portal PPID, serta komitmen pimpinan. Hasil dari pemeringkatan ini diperoleh pemetaan KIP lingkup Kementan, dimana terjadi perubahan secara signifikan dan kompetitif.

Lebih lanjut, Ka Biro Humas dan IP menegaskan hal yang perlu ditingkatkan ke depan adalah peningkatan komitmen dari pimpinan. Komitmen dari pimpinan sendiri merupakan tolak ukur dari keberhasilan layanan informasi publik.

Rakor yang dilaksanakan pada Selasa (1/10/19) tersebut mengangkat tema “Penguatan Pengelolaan Pelayanan Informasi Publik Selangkah Menjadi Badan Publik Informatif”. Materi yang dibahas dalam Rakor adalah pengelolaan dan pelayanan informasi publik yang disampaikan langsung oleh Komisioner Komisi Informasi. Dalam Rakor juga dibahas mengenai penyelesaian sengketa informasi publik oleh Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat. Sementara untuk peningkatan kompetensi PPID, disampaikan materi mengenai hypnotic perssuasive communication skill for public services oleh The Most Institute.

Dalam pengelolaan informasi publik, SDM menjadi aset yang termahal dibalik organisasi PPID yang kuat. Peningkatan SDM menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan informasi publik di lingkup Kementan. Melalui Rakor, diharapkan peningkatan kompetensi PPID dapat tercapai.

Bogor -- Memasuki Era Industri 4.0, secara tidak langsung menuntut perpustakaan maupun pengelola/pustakawannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya. Perpustakaan harus melakukan inovasi untuk bertransformasi agar tidak ditinggal oleh penggunanya. Menyadari akan hal tersebut, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyelenggarakan Seminar Nasional Perpustakaan 2029 dengan mengangkat tema “Tata Kelola Perpustakaan di Era Industri 4.0”. Kegiatan diselenggarakan di Kantor pusat PUSTAKA pada 17/09/2019.

Penyelenggaraan Semnas Perpustakaan 2019 bertujuan untuk memberikan wadah bagi pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk mendiseminasikan karya tulis ilmiah (KTI)  hasil penelitian dan tinjauannya kepada koleganya. Seminar ini juga memberikan kesempatan kepada pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan untuk sharing informasi dan pengetahuan dalam wadah pertemuan ilmiah. Melalui seminar, diharapkan dapat meningkatkan wawasan pustakawan, akademisi, dan praktisi perpustakaan mengenai pengelolaan perpustakaan digital di era Industri 4.0.

Dalam pembukaan, Kepala PUSTAKA, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si., menyampaikan tantangan perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0 adalah perpustakaan harus mampu bertransformasi, bagaimana perpustakaan harus lebih dekat dengan penggunanya. Perpustakaan harus dapat sebagai bridging penciptaan invensi dan mendorong penciptaan invensi-invensi baru.

Lebih lanjut Ka PUSTAKA menyampaikan, seminar dapat dijadikan sebagai wahana tukar informasi dan knowledge. Perpustakaan tidak saja menjadi pusat informasi dan edukasi, namun juga menjadi ruh yang dapat menjadikan nilai tambah kepada masyakarat.

Hadir sebagai keynote speaker, Kepala Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hendro Subagyo, M.Eng. dengan materi Tata Kelola Perpustakaan Digital Di Era Revolusi Industri 4.0. Dalam paparannya disampaikan untuk menuju perpustakaan 4.0, ada tigahal yang harus disiapkan, yaitu teknologi, SDM, dan ekosistem.

Dalam seminar nasional, dipresenstasikan 11 makalah dari pustakawan, akademisi,dan praktisi perpustakaan yang terjaring melalui calling for paper. Pemrasaran berasal dari Universitas Padjajaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jember, Universitas Diponegoro, Institut Agama Islam Negeri Curup, Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, PUSTAKA, dan Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian. Seminar sendiri dihadiri oleh 105 orang.

Jakarta -- Kamis (26/9/2019), Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Bekasi mengikuti Pelatihan Urban Farming di BPTP Jakarta dengan tema "Kata Siapa Milenial Kota Ogah Berkebun". Acara yang diadakan dari pagi hingga sore ini diikuti sekitar 20 orang dan dibuka oleh Kasi KSPP BPTP Jakarta Dra. Dyah Pitaloka, MSi. Sosialisasi dan pembinaan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat generasi muda di bidang pertanian perkotaan. Selain menggali potensi pemuda di bidang pertanian, diharapkan nantinya generasi milenial ini bisa menjadi penggiat dan pendamping pertanian perkotaan bagi warga di sekitar lingkungan tinggalnya.

Materi teknologi pertanian perkotaan disampaikan oleh Ir. Emi Sugihartini, MSi meliputi teknologi budidaya sayuran dalam polibag, vertikultur, aquaponik, hidroponik dan teknologi pengomposan. Kegiatan praktek lapang di dampingi oleh Muhammad Nur, Amd. Peserta pelatihan juga diajarkan cara membuat olahan smoothies sawi dan smoothies kelor oleh Ir. Adriani Ratnasari.

Jakarta -- (5/09/2019), Komoditas pertanian yang fluktuatif salah satunya adalah tanaman cabai, mengapa? karena pada saat tertentu harga cabai dapat melonjak tinggi dan juga harga cabai dapat turun secara drastis hingga harganya rendah.  Fluktuasi ini yang harus di waspadai petani kapan saat yang tepat dalam menanam untuk menyesuaikan saat panen agar harga cabai masih tinggi

DKI Jakarta meski dengan luasan lahan yang terbatas, tapi kontribusi dalam pemenuhan pertanaman cabai cukup diperhitungkan.  Tahun ini, BPTP Jakarta bersama Dinas KPKP DKI Jakarta bersama-sama akan mengembangkan budidaya tanamana cabai seluas lima ha di tiga wilayah kota administrasi yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Plt. Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP, Suharini Eliawati, MSi dalam sambutannya, menyambut baik kerjasama percontohan cabai ini, bahwa Jakarta masih mempunyai lahan yang di tanam serta petani yang mempunyai semangat yang tinggi dalam becocok tanam.

Syarifah Aminah, SP, M.Si, selaku Plh Kepala BPTP Jakarta, menyebut bahwa kerjasama percontohan pertanaman cabai ini menjadikan momen yang sangat penting karena dapat menjadi peluang dalam pemenuhan kebutuhan cabai di Jakarta yang dapat di hasilkan sendiri oleh petani Jakarta, selain itu BPTP Jakarta mendampingi percontohan cabai  disisi teknologinya.

Dalam menunjang keberhasilan yang akan di capai sebelum bertanam, DKPKP dan BPTP Jakarta melaksanakan Pelatihan, dengan menghadirkan  dua narasumber dari DKPKP, Sutrisno, S.PKP ( Penyuluh senior dalam budidaya cabai) dan  Dr. Ir. Bagus Kukuh Urdianto, MP, (Peneliti dari Balitsa.

Pada kesempatan ini beliau memaparkan langkah langkah yang harus di persiapkan dalam berbudidaya cabai dari mulai lokasi, kondisi lahan, cuaca hingga pemberian pemupukan yang berimbang dan tepat sasaran.

Sementara, Dr. Ir. Bagus Kukuh Urdianto, MP, Narasumber dari Balitsa,  menyampaikan mengenai pengendalian hama penyakit. Mengupas tuntas cara mengendalikan baik hama maupun penyakit yang menyerang, yang terpenting adalah dalam pencegahan dan pemeliharaan selama proses pertumbuhan hingga menghasilkan.

Melihat antusias baik dari BPTP Jakarta, DKPKP DKI Jakarta serta Kelompok tani dari tiga wilayah yaitu Jakarta Utara, Selatan dan Timur, ada harapan yang membahagiakan, semoga kerjasama ini dapat mensejahterakan Petani DKI Jakarta.