JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung (UU No. 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman). Pupuk menjadi substansi pendukung penyedia unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Peran pupuk cukup besar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Akan tetapi dalam penggunaanya penggunaan pupuk haruslah bijak, terutama dalam penggunaan pupuk anorganik. Waktu pemupukan dan jumlah takaran pupuk yang harus diberikan haruslah menjadi perhatian. Karena setiap lahan memiliki kandungan hara yang berbeda dan membutuhkan jumlah pupuk yang berbeda. 

Pada hari Rabu , tanggal 29 April tahun 2020, bertempat di Poktan Tani Maju, Rorotan Jakarta Utara telah dilakukan pemupukan padi dengan varietas Inpari Nutri Zinc. Pemupukan berimbang merupakan  pemberian  pupuk  bagi  tanaman  sesuai dengan  status  hara  tanah  dan  kebutuhan  tanaman  untuk  mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan (Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 130/Permentan/SR.130/11/2014). Aplikasi pemupukkan berimbang selain berdampak terhadap peningkatan produksi juga berdampak terhadap efisiensi biaya usaha tani dan meminimalisir pencemaran lingkungan. 

Jayalah pertanian Indonesia.

Jakarta --  Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempertahankan dan mengembangkan sektor pertanian terus diupayakan dengan berbagai kegiatan yang produktif. Pada tahun 2018 dicanangkan “Desain besar pertanian perkotaan DKI Jakarta tahun 2018-2030” yang menjadi acuan dalam pengembangan pertanian perkotaan di DKI Jakarta, yang diharapkan dapat  memenuhi  kebutuhan masyarakat perkotaan akan buah dan sayuran segar yang bermutu dan siap dikonsumsi dengan harapan menjadi semakin meningkat.  

Dengan luas daratan sekitar 650 km2, hanya 13%  tersisa untuk  lahan pertanian, sedangkan konsumsi buah dan sayur di DKI Jakarta hanya 180 g/hari pada urutan yang  paling kecil.  Salah satu  masalah  adalah  keterbatasan lahan, alih fungsi lahan-lahan produktif, meningkatnya kebutuhan pangan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. 

Pada kondisi seperti ini, diperlukan inovasi  teknologi untuk  pemanfatan pekarangan secara optimal. Salah satunya, yaitu budidaya dengan cara hidroponik.Sistem ini sangat cocok dan sesuai untuk dikembangkan di DKI  Jakarta,   karena  tidak membutuhkan lahan yang luas, bebas residu pestisida, pemanfatan lahan lebih efisien,  kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, pengendalian OPT lebih mudah, lebih bersih dan produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan sistem  konvensional.  

BPTP  Jakarta sebagai salah satu Institusi dari Badan Litbang Pertanian terus melakukan kajian teknologi, kususnya budidaya hidroponik.  Beberapa  kegiatan hidroponik yang sudah dilakukan masih sebatas sayuran daun (sawi, pakchoy, bayam, seledri  maupun jenis sayuran yang lain).

Selain itu juga dilakukan pada Selada Betawi,  sayuran  varietas  lokal  dan merupakan salah satu kekayaan SDG di  DKI Jakarta yang mempunyai  rasa renyah dan manis,  tetapi  masih  jarang yang membudidayakan. Budidaya Melon hidroponik, juga pernah  dilakukan, untuk mengetahui  varietas melon  yang adaptasi untuk dikembangkan di DKI Jakarta.

Pada bulan Februari 2020 juga telah dilakukan budidaya  bawang merah secara hidroponik, padahal pada bulan-bulan ini, masih cukup tinggi intensitas curah hujannya. Tetapi dengan hidroponik  system DFT, ternyata cukup berhasil untuk menghasilkan umbi bawang yang dipanen pada tanggal 20 April 2020.  

Budidaya bawang merah yang ditanam adalah varetas Sembrani dan Trisulla, yang merupakan  benih umbi dari  bawang merah  generasi ke empat, yang diperoleh dari hasil kajian yang telah dilakukan pada TA. 2018. Kedua varietas bawang merah ini dianjurkan untuk dibudidayakan saat musim penghujan.  Budidaya  bawang merah  hidroponik ini, dilakukan  yang  bertujuan untuk  menguji beberapa  jenis media tanam (Zeolite, Arang Sekam dan campuran Zeolite dan Arang Sekam) yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil  pada bawang merah varietas Sembrani dan Trisulla. 

Budidaya ini dilakukan di halaman BPTP Jakarta, dengan  hidroponik system DFT, dilakukan  pada 3 set perangkat/rak  aquaponik, yang bisa digunakan untuk budidaya secara hidroponik. Perangkat  ini memang  tidak menggunakan atap plastik, karena bawang merah membutuhkan intensitas sinar matahari minimal 80%. Dari  hasil yang telah dilakukan, menunjukkan tanaman bawang merah mendapatkan intensitas sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya, walaupun masih sering diselingi curah hujan yang cukup tinggi. 

Hal ini terbukti dari umbi yang dihasilkan cukup lumayan.  Untuk OPT yang  muncul pada saat  dilakukan budidaya bawang merah, adalah  ujung daunnya kuning, yang disebabkan oleh air  hujan. Untuk menekan perkembangan penyakit tersebut  dilakukan penyemprotan “Bioprotektor” sebanyak 2 kali (saat umur 6 minggu), diselingi dengan penggunaan “Score” 2 kali, ternyata menekan perkembangan ujung kuning pada  daun  bawang tersebut.  Penggunaan nutrisi  hidroponik, cukup dengan 1200 ppm.  

Dari hasil budidaya yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa dengan menggunakan media tanam campuran zeolite + arang sekam dan arang sekam, menghasilkan berat umbi/gelas aqua   yang lebih tinggi, masing- masing 48,33 gram  dan 48 gr. Sedangkan dengan menggunakan zeolite menghasilkan 35,01 gram,  selain itu dengan system hidroponik, ternyata  waktu panen menjadi lebih  cepat  1  minggu,  dibandingkan  dengan budidaya  yang dilakukan  dengan  system konvensional.  

Kepala BPTP  pada Tabloid Sinar Tani,  menyampaikan  bahwa terdapat hikmah dibalik pandemic Corona.  Dengan suasana dan situasi yang  sulit ini, kita bisa mendapatkan hikmah, betapa pentingnya pertanian dan harus terus mengupayakan teknik  budidaya  yang memungkinkan untuk dilakukan pada kondisi seperti ini, selain itu untuk  mengantisipasi  melonjaknya harga  bawang merah, budidaya bawang merah secara hidroponik dan aquaponik tentunya  dapat digunakan sebagai salah satu alternative untuk dilakukan di  rumah, karena cukup mudah. (Emi Sugiartini).

Selamat  Mencoba …….

Jakarta, -- Selada betawi merupakan sayuran varietas lokal Jakarta, yang merupakan salah satu kekayaan SDG DKI Jakarta.  Selain renyah dan manis rasanya, kali ini panen selada Betawi diperoleh dari budi daya secara hidroponik. Sudah tidak asing memang berbudi daya selada dengan sistem hidroponik, tetapi untk selada khas Jakarta ini masih sedikit sekali yang membudidayakannya.

BPTP Jakarta pada kesempatan ini melakukan pengkajian pengembangan selada Betawi secara hidroponik dengan target utama dititik beratkan pada aspek nutriṣi. Dilakukan beberapa penggunaan alternatif pupuk yang diharapkan dapat mengurangi/menggantikan sumber nutrisi yang biasa utk hidroponik, terutama yang berasal dari bahan organik.

Untuk sementara, alternatif teknik pemupukan tersebut diketahui memberikan efek pertumbuhan Selada Betawi yang mendekati penggunaan pupuk standarnya (ABmix), yaitu terpaut kurang dari 2%. Bahkan efek toleransi terhadap keterbatasan sinar matahari lebih baik, yaitu dengan selisih penurunan produksi kurang dari 5%.

Selanjutnya diharapkan selada Betawi ini dapat semakin dikenal  dan  digemari, bahkan dikembangkan masyarakat, setidaknya di Jakarta.

Jakarta -- Kelompok Tani Maju sebagai salah satu kooperator kegiatan pendampingan padi BPTP Jakarta selalu menyambut dengan baik inovasi teknologi yang diintroduksikan kepada mereka. Musin tanam ini, Pak Abbas, salah satu anggota Koptan Tani Maju menanam VUB Inpari Nutrizinc seluas kurang lebih 1 ha.

Pencegahan serangan hama penyakit tanaman sejak awal dapat diupayakan, salah satunya dengan penggunaan bioprotektor. Aplikasi bioprotektor dengan cara penyemprotan sudah mulai dilakukan pada 16 April 2020, saat tanaman Inpari Nutrizinc ini berumur seminggu setelah pindah tanam. Penyemprotan ini akan dilakukan secara bertahap sampai tanaman padi Inpari Nutrizinc memasuki fase generatif. Harapan dari upaya ini adalah agar tanaman padi dapat terhindar dari serangan hama, penyakit dan berproduksi maksimal.

Bioprotektor merupakan biopestisida nabati hasil inovasi Dr. Wiratno dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balitbangtan, yang dapat digunakan untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Bahan aktif yang dimiliki oleh bioprotektor terdiri dari eugenol, sitronellal, geraniol yang berasal dari cengkeh, sereh dan temulawak. Bahan aktif pestisida nabati ini ketika diaplikasikan ke pertanaman beberapa waktu kemudian akan terurai terutama setelah terkena cahaya/sinar matahari dan selanjutnya akan berfungsi sebagai pupuk organik sehingga secara langsung mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman padi.

Jakarta -- Kebun Berseri Bintaro Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan panen kacang tanah pada hari senin 13 April 2020. Kacang tanah yang ditanam pada lahan seluas 700 m2 ini mampu mengasilkan 150 kg berat panen. Menariknya, tehnik budidaya kacang tanah di kebun berseri bintaro masih mengusung budidaya organik. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kandang, kompos dan sisa hasil bakaran, tanpa aplikasi pestisida kimia sama sekali. Hal ini yang menarik minat warga setempat untuk langsung membeli hasil panen kacang tanah tersebut dengan harga Rp. 20.000/kg.

Selain kacang tanah, Kebun Berseri berseri Bintaro dengan luas lahan hampir 8000m2 saat ini juga menanam kangkung, bayam, cabai, jagung manis, papaya, dan yang tidak tertinggal timun suri untuk persiapan menyambut rhomadhon. Tanaman kangkung sudah siap paen dalam minggu ini. Persiapan selanjutya, akan dibudidayakan cabai dan bawang merah secara intensif dengan luasan 2000 m2.

Kelompok Kebun Berseri Bintaro terus produktif, mengisi ruang kebutuhan pangan sesuai ketersediaan lahan yang ada. Dengan pembinaan dari kelurahan dan kecamatan setempat, serta pendampingan teknologi dari BPTP dan DKPKP DKI Jakarta, Kita Bisa!!