JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta - Bawang merah masih menjadi primadona dalam penyedap masakan. Oleh karena itu, dalam rangka bagian dari kaji terap bawang merah, Selasa (17/12/2019) penyuluh BPTP Jakarta mengunjungi Kelompok Tani Hijau Daun di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sambutan hangat dalam mengawali acara disampaikan oleh Bapak Priyanto (Sudin KPKP), Bapak Dian (Poltan Daun Hijau), Bapak Sardini (Pak RW setempat), dan Ibu Dini Andayani (Koor. Penyuluh BPTP Jakarta). Selanjutnya materi tentang bawang merah dengan contoh hasil dari perlakuan ibu-ibu KWT Hijau Daun disampaikan oleh Affan Raffandi (Penyuluh BPTP Jakarta). Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa hasil bawang merah jenis Trisula ini dipanen untuk dijadikan benih dan tidak untuk konsumsi dengan pertambahan 10 hari. Jenis Trisula ini memiliki kelebihan aroma bawangnya yang lebih harum dari jenis bawang lainnya. Ibu-ibu KWT Hijau Daun sangat antusias dalam menerima materi dan diskusi dua arah berjalan dengan baik.

Hasil dari bawang merah juga nantinya akan digunakan untuk kegiatan olahan bawang merah seperti minyak bawang dan pasta bawang. Diharapkan kerjasama penyuluh BPTP Jakarta, Sudin KPKP, dan Poktan Daun Hijau serta KWT Hijau Daun terus berjalan baik kedepannya.

Jakarta – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Jakarta mengadakan Seminar Hasil Pengkajian Tahun Anggaran 2019 pada Senin (16/12/2019). Seminar hasil merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban dari kegiatan pengkajian yang telah dilakukan BPTP Jakarta pada tahun anggaran 2019.

Dalam pembukaan, Kepala Balai, Dr. Arivin Rivaie, M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan pengkajian yang telah dilakukan dapat dijadikan rujukan akan produk/paket/komponen yang bisa dikemas untuk diadop atau diterapkan oleh pengguna. Hasil pengkajian ini merupakan inovasi yang bermanfaat dan bisa memecahkan permasalahan yang ada di lapangan.

Lebih lanjut, Ka Balai mengingatkan bahwa hasil pengkajian merupakan output yang harus dikemas sehingga menjadi informasi ilmiah yang pada akhirnya bermanfaat untuk peneliti dan penyuluh dalam mendukung karya tulisnya.

Seminar dihadiri oleh para peneliti serta para petugas penyuluh dan petani dari lima wilayah kotamadya Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, serta Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Kegiatan-kegiatan yang diseminarkan terdiri dari Adaptasi Kelinci di Wilayah Perkotaan; Pascapanen Sayuran Hidoponik; Budi Daya Akuaponik Sayuran Buah dan Sayuran Daun; Analisis Kebijakan Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta; Peningkatan Indeks Pertanaman; Peningkatan Komunikasi, Koordinasi, dan Diseminasi Hasil Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian; Pendampingan UPSUS SIWAB DKI Jakarta; Pendampingan Pengembangan Komoditas Utama Kementerian Pertanian; Model Pengembangan Pertanian Bioindustri di DKI Jakarta; Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman di DKI Jakarta; dan Perbenihan.

Melalui kegiatan seminar hasil diharapkan adanya umpan balik untuk mengevaluasi kembali kegiatan-kegiatan apa yang dibutuhkan oleh pengguna terkait teknologi spesifik lokasi. Selain itu, semoga inovasi teknologi pertanian yang telah dikaji dan dihasilkan dapat lebih cepat terdiseminasi.

Jakarta -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) telah meluncurkan situs web e-Deposit. Hal ini sebagai upaya dalam melaksanakan Undang-Undang 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam atau lebih dikenal dengan UUSSKCKR.

Jumat (6/12/29), Sosialisasi E-Deposit untuk Perpustakaan Kementerian dan Lembaga Non Kementerian dilaksanakan di Ruang Teater Perpusnas. Situs web E-Deposit ditujukan untuk mempermudah penyerahan karya cetak dan karya rekam dari penerbit, dalam hal ini terbitan Kementerian dan Lembaga Non Kementerian, kepada Perpusnas.

Saat ini, situs web e-Deposit yang disosialisasikan adalah e-Deposit versi 1. Versi ini baru bisa menerima tiga tipe publikasi, yaitu tipe pdf, audio, dan partitur (yang sudah terdaftar di ISSN).

Jenis file yang bisa diunggah dalam situs ini adalah pdf, jpg, MP3, dan WAV. Sementara untuk besaran file pada masing-masing terbitan yang bisa diunggah adalah 500MB.

Untuk mendukung pelaksanaan UU No. 13 Tahun 2018 tersebut, Perpusnas juga mengeluarkan kebijakan terkait permohonan ISBN. Yaitu, nomor ISBN akan diberikan kepada penerbit jika terbitan sebelumnya yang telah memiliki ISBN telah diserahkan kepada Perpusnas.

Melalui situs web e-deposit, diharapkan para wajib serah dengan mudah menyerahkan hasil karyanya kepada Perpustakaan Nasional kapan saja dan di mana saja dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan menyerahkan hasil terbitan keapda Perpusnas, maka hasil-hasil karya yang telah dipublikasikan akan dapat terjaga dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Jakarta -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) terus membangun ketahanan pangan melalui beberapa pendekatan metode seperti family farming, lumbung pangan, maupun kebun sekolah.

Penerapan kebun sekolah untuk menarik minat generasi muda di sektor pertanian dilakukan melalui program Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS). Upaya penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (Tani MaS) sebagai materi pembelajaran siswa dianggap penting untuk mengatasi masalah regenerasi petani.

Kamis, 12 Desember 2019, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jakarta melaksanakan kegiatan Bimtek Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas) di SMAN 109 Jakarta.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BPTP Jakarta, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta,  Kepala Sudin KPKP Wilayah Jakarta Selatan, Kasatlak Pertanian Jakarta Selatan, Koodinator Penyuluh Pertanian Jakarta Selatan, Kepala SMA Negeri 109 Jakarta , Ketua Komite SMAN 109,  Orang Tua Siswa, Guru-Guru SMA 109,  Peserta Didik, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta.

Siswanto, S.Pd, (Mewakili Kepala SMAN 109 Jakarta) menyampaikan Bimtek ini diharapkan dapat memotivasi generasi Muda Cinta Pertanian, sehingga terwujud regenerasi profesi petani. Dengan meningkatnya minat dan kecintaan generasi muda pada sektor pertanian, diharapkan akan mampu mendongkrak hasil pertanian Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan melimpah sayuran dan buah-buahan dan mendorong peningkatan konsumsi sayuran. 

SMA 109 Jakarta saat ini sudah mempunyai green Schools klub. Dengan Tani MaS ini diharapkan akan menambah semangat baru untuk terus memproduksi sayuran di sekolah.

Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc, menyampaikan bahwa setiap individu dari 267 juta penduduk tidak boleh lapar (UUNo.18/2012) harus cukup pangan, namun bukan sekedar cukup pangan, tetapi harus berkualitas, sehat, aktif, dan produktif, terutama generasi mudanya. Ditambah lagi tren penurunan minat generasi milenial di bidang pertanian, bukan hanya di Indonesia saja, tapi di seluruh Dunia.  Sejalan dengan Deklarasi the UN Decade of Family Farming (UNDFF) harus ada peningkatan generasi muda pertanian keluarga yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Tani MaS ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian, menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur, serta meningkatkan ketersediaan dan akses pangan.

Kegiatan diisi dengan materi terkait inovasi teknologi urban farming mendukung  program pertanian masuk sekolah yang disampaikan oleh Dr. Indarti Puji Lestari, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) dan Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian melalui Pengomposan yang disampaikan oleh Lukman Hakim, M.Sc.

Acara diakhiri dengan praktek budidaya pertanian perkotaan antara lain  semai bibit, pemindahan tanaman baik di polibag maupun di lahan, hidroponik, serta  pengolahan limbah (vermicomposting) yang dipandu oleh Ir. Adriani dan Muhamad Nur, A.Md.

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP DKI Jakarta, Taufik Yulianto, menyampaikan terima kasih kepada BPTP Jakarta selaku pendamping dalam kegiatan Tani Mas ini. Beliau berharap dengan adanya percontohan  di sekolah ini menjadi pemicu atau teladan di tahun depan, dengan target tahun depan akan bertambah hingga 10 sekolah. Tahun ini SMAN 109 Jakarta dan SMK 63 Jakarta terpilih sebagai Pelaksana Pertanian Masuk Sekolah (Tani Mas).

 

Jakarta -- Setelah ilmu dan praktik tentang akuaponik, keltan Anyelir sekarang mendapatkan ilmu kembali dari BPTP tentang budidaya tanaman microgreen. Microgreen adalah tanaman muda, lunak, serta tanaman yang dapat dimakan yang mana dipanen sebagai bibit. Tanaman kecil ini ditanam untuk tahap daun sejati pertama. Microgreen dijual sebagai produk mentah untuk digunakan di salad, sandwich, ataupun sebagai hiasan. Ibu-ibu Keltan Anyelir menyimak dengan baik penjelasan tentang materi microgreen mencakup menempatkan media tanam berupa ziolit dan rockwool kedalam masing-masing pot, lalu semai benih bayam dan kemangi. Setelah dipraktikan oleh Ikrarwati, SP. MP (Peneliti BPTP Jakarta), ibu-ibu juga langsung praktik.
 
Selain teori dan praktik microgreen, panen sawi dan pakcoy akuaponik juga dilaksanakan bersama ibu-ibu Keltan Anyelir. Diharapkan Keltan Anyelir dapat terus bekerja sama dengan BPTP Jakarta dan dapat terus menyambut hangat segala inovasi teknologi yang akan diterapkan di Kelompok Tani Anyelir.