JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Karang Anyar yang berada di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat adalah RPTRA yang paling luas di Jakarta. Luas lahannya sekitar 5.000 m. Lokasi RPTRA Karang Anyar berada di antara Stasiun Mangga Besar dan Sawah Besar, letaknya tepat di bawah kolong jembatan kereta api. Salah satu sarana edukasi pertanian perkotaan bagi pengunjung yang tersedia di RPTRA Karang Anyar adalah tersedianya fasilitas budidaya tanaman secara hidroponik dan vertiminaponik. Vertiminaponik merupakan kombinasi antara budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik dan budidaya ikan (aquakultur).

Pada hari Selasa, 12 November 2019 di RPTRA Karang Anyar dilakukan panen sayuran kangkung secara vertiminaponik. Pengelola RPTRA Karang Anyar melakukan budidaya kangkung secara vertiminaponik dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengkajian “Hidroponik Pascapanen Sayuran”. Acara panen kali ini dihadiri oleh Ibu Camat Sawah Besar, Kasatlakcam Sawah Besar, Penyuluh KB Kelurahan Karang Anyar, Ibu-Ibu PKK Kecamatan Sawah Besar, Ibu – Ibu PKK Kelurahan Karang Anyar, Perwakilan dari Kelurahan Karang Anyar, Penyuluh Pertanian Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Pengelola RPTRA Karang Anyar serta Peneliti dan Penyuluh Pertanian BPTP Jakarta.

Hasil panen hari ini memuaskan, dari 16 talang yang dipanen diperoleh sekitar 5.3 kg kangkung dengan kualitas baik. Hal ini terjadi tentunya karena keseriusan, ketekunan dan kesabaran Bapak Avit Kurniawan dan rekan-rekan sesama pengelola RPTRA Karang Anyar dalam menjaga dan merawat tanaman kangkung dengan baik.

Setelah selesai dipanen, kangkung kemudian dicuci menggunakan air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah yang melekat pada akar. Selanjutnya kangkung yang sudah dibersihkan akan dijadikan sampel untuk perlakuan penyimpanan dan pengemasan. Pengujian dilakukan di Laboratorium Pascapanen BPTP Jakarta. Selain itu karena lokasi budidaya kangkung secara vertiminaponik dekat dengan jalan raya maka akan diukur kadar logam berat khususnya Pb.

Jakarta -- Pagi ini, Selasa (12/11/2019) halaman BPTP Jakarta diwarnai oleh keceriaan siswa siswi TK IT Al Ikhlas, Jati Padang, Pasar Minggu yang dengan penuh antusias mengikuti serangkaian kegiatan kunjungan edukatif pertanian perkotaan. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengenalan tanaman sayuran, tanaman hias dan TOGA; Mengenal teknologi budidaya secara hidroponik, aquaponik dan tabulampot di area visitor plot BPTP Jakarta; Melihat dan memberi makan kelinci pedaging New Zealand White; Serta praktek menanam kangkung menggunakan polybag.

Melalui kegiatan kunjungan edukasi ini, diharapkan peserta didik dapat memetik manfaat positif berupa tumbuhnya kecintaan anak terhadap tanaman dan hewan, anak dapat belajar memahami proses pertumbuhan tanaman, anak juga bisa mengetahui proses menanam, memelihara, memetik dan menumbuhkan minat makan sehat.

Dalam memelihara bibit tanaman, anak juga belajar bertanggung jawab, melatih ketekunan dan kesabaran. Anak akan belajar bahwa tanaman yang kita tanam adalah tanggung jawab kita. Kita harus memeliharanya dengan tekun sampai tumbuh besar. Kita harus menyiramnya setiap hari dan memastikan tidak ada hewan atau tumbuhan lain yang mengganggunya. Tanaman yang kita tanam tidak dapat langsung tumbuh besar seperti yang kita inginkan. Perlu kesabaran untuk melihat tanaman kita bertumbuh.

Jakarta -- Dalam rangka mengantarkan teknologi dalam genggaman petani pintar, Rabu (6/11/2019), BPTP Jakarta melaksanakan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial. Bimtek ini bertujuan untuk mengajak petani dan penyuluh agar lebih aktif dalam menerapkan teknologi digital yang semakin berkembang. Pada kesempatan ini, peserta bimtek diperkenalkan dengan aplikasi perpustakaan digital iTani oleh Sheila Savitri, S.Sos (BPTP Jakarta).

iTani adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Kementrian Pertanian Republik Indonesia yang dikembangkan oleh Pustaka Kementan berkerjasama dengan PT. Woolu Aksaramaya. iTani merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook. Dengan fitur-fitur media sosial pembaca dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain, memberikan rekomendasi buku yang sedang di baca serta menyampaikan ulasan buku. Membaca ebook di iTani jadi lebih menyenangkan karena Anda dapat membaca ebook secara online maupun offline.

Jelajahi fitur-fitur unggulan iTani, meliputi: 1) Koleksi Buku. Ini adalah fitur yang mengantarkan Anda menjelajahi ribuan judul ebook yang ada di iTani. Pilih judul yang Anda inginkan, pinjam dan baca hanya dengan ujung jari Anda; 2) ePustaka. Fitur unggulan iTani yang memungkinkan Anda bergabung menjadi anggota perpustakaan digital dengan koleksi beragam dan menjadikan perpustakaan berada dalam genggaman; 3) Feed. Untuk melihat semua aktifitas pengguna iMedan seperti informasi buku terbaru, buku yang dipinjam pengguna lain dan beragam aktifitas lainnya; 4) Rak Buku; 5) Merupakan rak buku virtual milik Anda dimana semua riwayat peminjaman buku tersimpan di dalamnya; 6) eReader : Fitur yang memudahkan Anda membaca ebook di dalam iTani. Dengan iTani, membaca buku jadi makin mudah dan menyenangkan.

Menuju era Pertanian 4.0 selain aplikasi iTani, Balitbangtan Kementan RI juga mengembangkan Aplikasi TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), KATAM (Kalender Tanam) dan myAgri (aplikasi pendukung PHT). Disamping aplikasi tersebut petani milenial juga dapat mengakses berbagai inovasi Balitbangtan melalui sosial media berbagai UK/UPT lingkup Balitbangtan dan Kementan.

Bogor -- Sebagai rangkaian dari kegiatan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial, Kamis (7/11/2019) Tim pendampingan petani milenial BPTP Jakarta bersama dengan Penyuluh dan Petani Milenial DKI Jakarta melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro). Mewakili Kepala Balittro, rombongan disambut oleh Kasie Jasa Penelitian Dra. Nur Maslahah. Dalam sambutannya disampaikan bahwa untuk pertanian perkotaan tanaman obat juga dapat dibudidayakan secara hidroponik, seperti cincau hitam dan daun mint. Daun mint dapat dimanfaatkan sebagai bahan Infused water. Beliau juga menyampaikan bahwa mendukung program Kementan untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia, Balitro melakukan distribusi benih rempah gratis untuk masyarakat.

Mendorong terwujudnya pertanian perkotaan ramah lingkungan, Petani Milenial DKI Jakarta mempelajari pestisida nabati dan pestisida alami yang merupakan bagian dari praktek pertanian organik. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Agus Kardinan, M.Sc. Petani Milenial DKI Jakarta mendapatkan materi pengenalan jenis tanaman bahan baku pestisida nabati, cara pembuatan petisida nabati, pengembangan minyak atsiri sebagai pestisida nabati, pemanfaatan agens hayati, pemanfataan bahan mineral sebagai pestisida alami.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Kawasan Wisata Ilmiah (KWI) Tanaman Obat Badan Litbang Pertanian yang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Bogor, merupakan salah satu kawasan agroinovasi pusat inovasi Badan Litbang Pertanian. Ada 400 jenis tanaman rempah, obat dan atsiri di KWI Tanaman Obat ini seperti: serai wangi, akar wangi, brotowali, dan lain-lain. KWI ini menyajikan wisata edukasi untuk para pengunjung berupa kelompok tanaman yang mempunyai daya tarik spesifik mulai dari cara budidaya, pengolahan sampai kepada khasiatnya.

Jakarta -- Balitbangtan Kementan RI telah mengembangkan Aplikasi teknologi informasi pertanian menuju era Pertanian 4.0 diantaranya TAKESI (Teknologi Android Kesehatan Sapi), KATAM (Kalender Tanam), myAgri (aplikasi pendukung PHT) dan iTani (aplikasi perpustakaan online). Disamping aplikasi tersebut petani milenial juga dapat mengakses berbagai inovasi Balitbangtan melalui sosial media berbagai UK/UPT lingkup Balitbangtan dan Kementan. Dalam rangka mengantarkan teknologi dalam genggaman petani pintar, Rabu (6/11/2019), BPTP Jakarta melaksanakan Bimtek Membangun Pertanian Perkotaan 4.0 Mendukung Gerakan Petani Milenial. Bimtek ini bertujuan untuk mengajak petani dan penyuluh agar lebih aktif dalam menerapkan teknologi digital yang semakin berkembang. Pada kesempatan ini, peserta bimtek diperkenalkan dengan aplikasi pendukung PHT myAgri oleh Dr. Tonny K. Moekasan (Balitsa).

myAgri adalah aplikasi tentang budidaya tanaman sayuran berbasis android yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran bekerjasama dengan Wageningen University and Research, Belanda. Versi 1.0 dari Aplikasi ini diluncurkan pada Agustus 2015, update versi 2.0 diluncurkan pada tanggal 22 Juni 2019. Sampai dengan sampai dengan Juli 2019 aplikasi myAgri telah digunakan di 32 negara dengan pengguna aktif sebanyak 36.000 orang/hari.

Fitur utama yang menjadi unggulan dari aplikasi MyAgri, yang membedakan aplikasi MyAgri dengan aplikasi pertanian lainya berbasis mobile antara lain: 1) Cari Pestisida. Memudahkan petani memperoleh informasi pestisida; 2) OPT Tanaman Sayuran. Memudahkan petani mengenal jenis-jenis OPT tanaman sayuran; 3) Info Harga Sayuran. Memudahkan petani mengetahui info harga komoditas sayuran di pasar; 4) Info Cuaca. Memudahkan petani memperoleh info ramalan cuaca; 5) Tanya Pakar. Memudahkan petani untuk bertanya ke pakar pertanian sayuran dari BALITSA; 6) Video Budidaya Sayuran. Memudahkan petani menyaksikan tatacara budidaya sayuran.