JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan kajian tahun 2019, BPTP Jakarta melaksanakan Sosialisasi Kegiatan Akuaponik Skala Rumah Tangga di Kelompok Tani Batik, Jl. Balikpapan 3 RT 02/ RW 06, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 15 Oktober 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut, PLH Kepala BPTP Jakarta, Perwakilan Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat, Sekertaris Lurah Petojo Utara, Peneliti dan Penyuluh yang tergabung dalam tim kegiatan, Penyuluh wilayah, ketua RW dan RT setempat dan anggota kelompok tani Batik serta anggota kelompok tani Mawar Kuning, Seroja, Tin, Anggrek, dan Flamboyan.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh PLH Kepala BPTP Jakarta, Dra. Dyah Pitaloka, M.Si. Dalam sambutannya, PLH Kepala BPTP Jakarta  menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan serta diterapkan secara berkelanjutan di masing-masing kelompok. Kemudahan penerapan teknologi dalam pengembangan di masyarakat, disampaikan pula oleh Bpk Sunarto yang mewakili Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat. Sementara, Sekertaris Lurah Petojo Utara menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan kajian yang dilaksanakan di Kelompok Batik.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan oleh Ir. Emi Sugiartini, MP., Peneliti BPTP Jakarta. Pemaparan terkait pelaksanaan kegiatan kajian teknologi budidaya sistem akuaponik, yang merupakan teknologi integrasi budidaya tanaman dan ikan dengan memanfaatkan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tanaman dan dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi alternatif lain dalam kegiatan budidaya di perkotaan yang dapat dimanfaatkan, diaplikasikan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Jakarta -- BPTP Jakarta pada Selasa (8/10/2019), telah melaksanakan serah terima jabatan dari Kepala BBP2TP Dr. Ir. M Taufiq Ratule, M.Si selaku Plt. Kabalai BPTP Jakarta kepada Dr. Ir. A Arivin  Rivaie, MSc. Sertijab dilaksanakan di Ruang Rapat BPTP Jakarta, dihadiri oleh stakeholder terkait diantaranya Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta, Sudin KPKP Jakarta Selatan, Sudin KPKP Jakarta Pusat, Sudin KPKP Jakarta Timur, Sudin KPKP Jakarta Barat serta seluruh karyawan BPTP Jakarta.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Jakarta Dr. Ir. A Arivin  Rivaie, M,Sc menyampaikan bahwa Beliau akan berupaya menjaga hubungan baik dan komitmen yang sudah disepakati dengan para stakeholders.

Mewakili Kepala Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta, Kepala Seksi Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Eti Rohaeti menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin baik antara Dinas, Suku Dinas dan BPTP Jakarta. Selaku stake holder, Dinas KPKP Prov DKI selalu menantikan inovasi terbaru dari BPTP Jakarta.

Kepala BBP2TP Dr. Ir. M Taufiq Ratule berpesan agar BPTP Jakarta mengenali dan menggali potensi wilayah yang ada, memahami kebutuhan stakeholder, serta merakit dan mendiseminasikan teknologi spesifik lokasi berkerjasama dengan penyuluh wilayah. BPTP Jakarta juga diminta untuk memperkuat database pertanian perkotaan bekerjasama dengan stakeholder terkait. Database  pertanian ini nantinya memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan program pembangunan pertanian di DKI Jakarta.

Depok – Dalam rangka mendukung Kementan menjadi Badan Publik Informatif, BPTP Jakarta hadir dalam kegiatan Rakor PPID Tahun 2019 di The Margo Hotel Depok.

Selama sembilan tahun pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Kementerian Pertanian masih dijumpai beberapa kendala. Sebagai salah satu antisipasi dalam pemecahan permasalahan tersebut, Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) lingkup Kementan.

Pelaksanaan Rakor PPID, secara tidak langsung mendorong koordinasi dan sosialisasi internal UK/UPT terkait pengelolaan dokumen informasi publik. Pada Rakor, PPID lingkup Kementan saling bertukar informasi, khususnya terkait pengelolaan informasi publik.

Dalam sambutannya, Ka Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr., Ph.D, menyampaikan bahwa Kementan melakukan pemeringkatan keterbukaan informasi publik bukan dalam rangka punishment, tetapi sebaliknya sebagai bentuk pembinaan. Tiga hal yang dinilai dalam pemeringkatan tersebut dilihat dari pengelolaan website unit kerja, Portal PPID, serta komitmen pimpinan. Hasil dari pemeringkatan ini diperoleh pemetaan KIP lingkup Kementan, dimana terjadi perubahan secara signifikan dan kompetitif.

Lebih lanjut, Ka Biro Humas dan IP menegaskan hal yang perlu ditingkatkan ke depan adalah peningkatan komitmen dari pimpinan. Komitmen dari pimpinan sendiri merupakan tolak ukur dari keberhasilan layanan informasi publik.

Rakor yang dilaksanakan pada Selasa (1/10/19) tersebut mengangkat tema “Penguatan Pengelolaan Pelayanan Informasi Publik Selangkah Menjadi Badan Publik Informatif”. Materi yang dibahas dalam Rakor adalah pengelolaan dan pelayanan informasi publik yang disampaikan langsung oleh Komisioner Komisi Informasi. Dalam Rakor juga dibahas mengenai penyelesaian sengketa informasi publik oleh Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat. Sementara untuk peningkatan kompetensi PPID, disampaikan materi mengenai hypnotic perssuasive communication skill for public services oleh The Most Institute.

Dalam pengelolaan informasi publik, SDM menjadi aset yang termahal dibalik organisasi PPID yang kuat. Peningkatan SDM menjadi bagian terpenting dalam pengelolaan informasi publik di lingkup Kementan. Melalui Rakor, diharapkan peningkatan kompetensi PPID dapat tercapai.

Jakarta -- Bertempat di Kelompok Tani Joglo Baru, Kembangan, Jakarta Barat, BPTP Jakarta melakuan pengambilan sampel ubinan tanaman padi pada tanggal 3 Oktober 2019.

Varietas padi yang ditanam pada lahan dengan luas lebih kurang dua ha ini adalah variietas Inpari-30 dan Inpari 33. Terlihat pada beberapa bagian titik terdapat tanaman padi yang rebah karena angin yang cukup kencang. Namun gabah pada tanaman bernas dan memiliki kualitas yang baik,  hal ini diditunjukkan dengan rendahnya kadar air gabah.

Pada varietas Inpari-33 memiliki kadar air  21-23% sedangkan untuk inpari-30 memiliki kadar air 27-31%.  Jumlah anakan produktif untuk kedua varietas bervariasi antara 20-30 anakan. Sedangkan dari tinggi tanaman Inpari-30 memiliki tinggi 110-120 cm, lebih tinggi dibandingkan Inpari 33 yang hanya 90-100 cm.

Sampel ubinan yang diambil berukuran 2.5 x 2.5 m, yang kemudian dirontok secara manual. Dari hasil ubinan didapatkan 5.45 kg untuk luasan 6.25 m2, sehingga potensi produktivitas yang didapatkan 8.6 ton/ha GKG untuk varietas Inpari-33. Sedangkan hasil ubinan varietas  Inpari-30 diperoleh hasil sebesar  7.22 kg, hasil tersebut setara dengani 11.5 ton/ha GKP.

Jakarta -- Kamis (26/9/2019), Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Bekasi mengikuti Pelatihan Urban Farming di BPTP Jakarta dengan tema "Kata Siapa Milenial Kota Ogah Berkebun". Acara yang diadakan dari pagi hingga sore ini diikuti sekitar 20 orang dan dibuka oleh Kasi KSPP BPTP Jakarta Dra. Dyah Pitaloka, MSi. Sosialisasi dan pembinaan ini bertujuan untuk menggelorakan semangat generasi muda di bidang pertanian perkotaan. Selain menggali potensi pemuda di bidang pertanian, diharapkan nantinya generasi milenial ini bisa menjadi penggiat dan pendamping pertanian perkotaan bagi warga di sekitar lingkungan tinggalnya.

Materi teknologi pertanian perkotaan disampaikan oleh Ir. Emi Sugihartini, MSi meliputi teknologi budidaya sayuran dalam polibag, vertikultur, aquaponik, hidroponik dan teknologi pengomposan. Kegiatan praktek lapang di dampingi oleh Muhammad Nur, Amd. Peserta pelatihan juga diajarkan cara membuat olahan smoothies sawi dan smoothies kelor oleh Ir. Adriani Ratnasari.