JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Perlunya masyarakat di kota besar seperti Jakarta untuk mengenal berbagai macam cara pertanian perkotaan yang salah satunya adalah akuaponik. Akuaponik menjadi salah satu ujung tombak dari pertanian perkotaan dimana kotoran ikan menjadi sistem nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dalam sistem akuaponik. Untuk mendesiminasikan pertanian perkotaan, BPTP Jakarta mengadakan pelatihan kepada kepada Kelompok Wanita Anyelir yang telah menjalankan kegiatan Bank Sampah Anyelir sebagai kegiatan pokok. Bertempat di RW.05 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peneliti BPTP Jakarta, Ir. Emi Sugiartini, MP, memberikan pelatihan mengenai akuaponik yaitu pemotongan rockwool, menaruh benih ke dalam rockwool, hingga pencampuran pakan ikan dan probiotik. Pelatihan ini sekaligus dengan pemasangan sistem akuaponik, sehingga para ibu-ibu dapat dengan rutin mengurus akuaponiknya.

Setelah acara pelatihan di Anyelir, tim BPTP Jakarta menuju Kelompok Tani Batik, Jakarta Pusat untuk melaksanakan kegiatan panen kangkung yang juga dengan sistem akuaponik. Panen kangkung dilaksanakan sekaligus dengan pengukuran panjang tanaman dan jumlah daun sawi dan pakcoy, serta pengukuran bobot dan jumlah dari ikan lele yang menjadi sumber nutrisi bagi tanaman di sistem akuaponik.

 Panen kangkung dilakukan bersama anak muda Karang Taruna, pengurus akuaponik, dan Ketua RW setempat. Diharapkan kegiatan pertanian perkotaan akuaponik dapat terus dikembangkan sehingga pertanian dapat terus regenerasi oleh berbagai lapisan masyarakat.

Pulau Payung - Hama dan penyakit menjadi perhatian serius dalam berbudidaya pertanian khususnya bawang merah. Pada hari Selasa, 29-Oktober-2019, BPTP Jakarta mengadakan Bimtek dengan topik utama "Hama Utama Bawang Merah Dan Pengendalian Ramah Lingkungan" di Pulau Payung, Kepulauan Seribu.

Sambutan diawali oleh Dra. Dyah Pitaloka, M.Si (BPTP Jakarta) yang mengatakan bahwa "Kesuksesan laporan tidak akan dikenang, tetapi jika kesuksesan dirasakan para petani, akan terus berlanjut hingga anak cucu nantinya, dan akan jadi kebanggaan tersendiri". Selanjutnya materi dibawakan oleh Bagus Kukuh Udiarto (Balitsa) mulai dari hama, penyakit, hingga pengendaliannya. Masyarakat Kelompok Payung Sejahtera antusias menerima materi tentang hama dan penyakit bawang merah tersebut.

Hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman bawang merah diantaranya hama ulat bawang (Spodoptera exigua) dan penyakit layu atau lebih dikenal dengan penyakit ngoler yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum dan penyakit trotol/ mati pucuk yang disebabkan oleh cendawan Alternaria porri. Pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida kimia banyak menimbulkan permasalah baru dengan munculnya berbagai penyakit akut dan kronis serta dampak negatif lainnya. Oleh karena itu perlu diterapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ramah lingkungan diantaranya dengan penggunaan light trap. Masyarakat Kelompok Payung Sejahtera antusias menerima materi tentang hama dan penyakit bawang merah tersebut.

Acara selanjutnya adalah pemasangan light trap untuk menangkap imago atau kupu-kupu yang menjadi hama bawang merah. Diharapkan Kelompok Payung Sejahtera semakin semangat dalam pertanian di Pulau Payung.

Jakarta -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta turut andil pada Focuss group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakrta.  FGD ini dilaksanakan dalam rangka perencanaan konnservasi keaneka ragaman hayati melalui penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Provinsi DKI Jakarta tahun 2019-2023 berdasarkan Keputusan Gubernur No. 671 Tahun 2019.  

FGD yang dihadiri oleh 38 unsur pemerintah maupun NGO kali ini dilakukan validasi data terkait dokumen perencanaan, kebijakan dan program konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, kendala dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari, serta sarana dan prasaranan pendukung dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. 

Rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati ini sangat penting dan sangat terkait dengan kelestarian sumber daya genetik pertanian.  Konservasi sumber daya genetik pertanian sebagai bagian dari keanekaragaman hayati di DKI Jakarta harus menjadi faktor yang diprioritaskan kembali.   Bersama, kita menuju Jakarta yang lebih baik.

Jakarta -- Siapa sangka kalau Jakarta memiliki beberapa jenis tanaman yang menjadi ciri khas kota. Salah satunya adalah krendang/karendang yang menjadi nama kelurahan di wilayah Jakarta barat.

Karendang/Krendang merupakan salah satu tanaman nusantara khas Jakarta sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 144 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Tanaman Nusantara Khas Jakarta.

Sebagai salah satu wujud perlindungan terhadap sumber daya genetik tanaman lokal, Tim Sumberdaya Genetik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta melakukan karakterisasi tanaman kerendang yang berada di Kelurahan Kramat Jati pada Jum’at, (25/10/2019). Di halaman rumah Bapak Asmawi, tumbuh pohon karendang yang berbuah lebat. Tidak hanya pohon karendang saja yang ada, tetapi pohon salam, kelor, kingkit, jambu air, labu, tapak dara dan tanaman toga lainnya.

Pohon Kerendang, nama ilmiahnya Carissa carandas, termasuk suku Apocynaceae, yaitu tumbuh-tumbuhan dengan ciri khas bergetah putih. Buah kerendang yang sudah masak dan hitam pekat warnanya enak dimakan langsung setelah dicuci bersih dari getahnya yang putih seperti susu, lalu direndam sebentar dalam larutan garam. Bagian dalam buah sangat juicy, dengan rasa asam manis yang segar. Tetapi jika masih merah warnanya, rasanya asam dan agak kelat.

Pohon kerendang tampak sangat cantik bila sedang berbuah lebat. Daunnya yang bundar lonjong kecil-kecil berwarna hijau pekat tampak sangat indah berhiaskan buah-buahnya yang berwarna merah muda, shocking pink sampai merah tua kehitaman. Apa lagi ditambah dengan bunganya yang berwarna putih kecil-kecil. Tampak seperti pohon hiasan yang sangat cantik.

Karakterisasi pohon kerendang: Tanaman perdu berkayu memiliki tinggi 1,5 –5 m, batang berbentuk silinder dengan kulit batang berwarna ungu gelap dan jumlah anakan mencapai 7. Daun kerendang memiliki panjang daun 2,5-7,5 cm, lebar 1,5 – 5 cm. Daunnya bundar telur berwarna hijau tua, permukaan atas daun mengkilap, sedangkan permukaan bawahnya berwarna hijau muda dan agak buram. Bunga kecil-kecil panjang 3 cm, diameter 2 cm. Mahkota berwarna putih, sedangkan kelopaknya berwarna merah muda, agak berbau harum.

Dengan potensi yang luar biasa dan masih perlu untuk digali, semoga kerendang bisa menjadi buah kebanggaan warga Jakarta.

Jakarta – Minimnya luas lahan pertanian di DKI Jakarta, khususnya lahan sawah memerlukan upaya untuk mengoptimalkan produktivitas usahatani yang ada. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi dengan meningkatkan kesuburan tanah, melalui aplikasi pupuk hayati. Salah satu inovasi pupuk hayati Badan Litbang Pertanian adalah pupuk hayati agrimeth. Introduksi pupuk hayati agrimeth telah dilakukan di Kelompok tani Kandang Besar, Cakung, Jakarta Timur.    

Penggunaan pupuk hayati Agrimeth memberikan beberapa manfaat, antara lain menghemat biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik N  P dan K, memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah serta membantu tanaman dalam perolehan hara dalam tanah.

Selain melakukan introduksi pupuk hayati agrimeth, BPTP Jakarta juga telah melakukan intrduksi Varietas Unggul Baru Inpari 33 dan Inpari 42 di Kelompok Tani Kandang Besar, Cakung, JakartaTimur. Inpari 33 memelilik karakteristik bentuk gabah panjang ramping, warna gabah kuning bersih dan tekstur nasi sedang. Sedangkan, Inpari 42 memiliki karakteristik bentuk gabah ramping, warna gabah kuning jerami dan tekstur nasi pulen.

Inpari 33 diminati petani karena ketahanannya terhadap hama wereng. Sementara, Inpari 42 diminati petani karena daun benderanya yang tegak dan lebih tinggi dari malai. Hal ini memberikan keuntungan karena lebih tahan terhadap hama burung, yang merupakan hama paling mengganggu tanaman padi di DKI Jakarta.

Introduksi teknologi Badan Litbang Pertanian kepada petani diharapkan dapat membantu petani dan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan usahatani yang ada. Jayalah pertanian Indonesia, sejahteralah petaninya.