JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta Utara, (20/04/2021) -- Proses hilirisasi adalah proses mendekatkan hasil riset dan inovasi kepada penggunanya. Penguatan riset dan inovasi teknologi pertanian melalui hilirisasi inovasi menjadi salah satu kegiatan pendukung dalam strategi pembangunan pertanian Indonesia (SYL, 2021). Guna percepatan hilirisasi inovasi teknologi pertanian Balitbangtan, BPTP Jakarta bersama-sama dengan KKT-PPI (Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia) dan Sudin KPKP Jakarta Utara mencoba untuk melakukan pengembangan Pertanian Perkotaan Terintegrasi di DKI Jakarta.

Diawali dengan koordinasi antar instansi, dan kemudian hari ini dilakukan kegiatan survey calon lokasi, tepatnya di Jl. Terusan Bandengan No. 1 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara atau lebih tepatnya di sebelah utara persis Hariston Hotel & Suites Jakarta. Tersedia lahan seluas + 1,7 ha milik salah satu pengusaha di Jakarta yang saat ini dalam kondisi sudah dibuka dan dibersihkan dari pohon dan tanaman perdu untuk diusahakan menjadi lahan pertanian produktif. Perlahan namun pasti, ke depan kegiatan pengembangan ini akan berkolaborasi dengan kegiatan lintas instansi/kementerian untuk memberikan kontribusi bersama bagi pemenuhan kebutuhan pokok (pangan) masyarakat dan juga pemenuhan kebutuhan edukasi (pendidikan) bagi para petani, masyarakat serta generasi penerus bangsa di Jakarta dan sekitarnya.

 

Jakarta --  Dalam rangka meningkatkan pengetahuan anggota Darma Wanita Persatuan (DWP) tentang budidaya urban farmin, Pengurus DWP Pusat mengadakan Webinar yang bertema “Berkebun di Era New Normal untuk Ketahanan Pangan Keluarga”. Webinar dilaksanakan secara daring pada Kamis, 15 April 2021 di Gedung A Kementan. Panitia Kegiatan ini adalah Pengurus DWP Kementerian Pertanian, dan memberikan mandat kepada BPTP Jakarta sebagai salah satu Narasumbernya. Webinar dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panitia yaitu Ibu Umi K. Ali Jamil (Badan Karantina Pertanian), dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara oleh Ibu Erni Guntarti Tjahyo Kumolo (KemenpanRB) sebagai Ketua DWP Instansi Pemerintah Pusat. Ibu Erni berpesan tentang pentingnya kegiatan urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Sehingga diharapkan, peserta mampu menyerap ilmu dan informasi yang diberikan oleh para Narasumber. Kementan melalui Ditjen Hortikultura melakukan penyerahan secara simbolis tanaman buah kepada Ketua DWP yang diwakili oleh Ketua DWP Kementan.

Keynote Speaker pada webinar ini adalah Bapak Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng., Kepala BKP Kementan yang sekaligus menjadi salah satu Narasumber. Pada kesempatan tersebut Bapak Agung menjelaskan tentang program P2L yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, dan langkah-langkah strategis BKP dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak. Nara sumber lainnya adalah Dr. Indarti Puji Lestari, SP, M.Si. dari BPTP Jakarta yang menyampaikan tema “Microgreens: Si kecil Alternatif
Pangan Kaya Manfaat” dan Eva Lasti Apriyani mempresentasikan Edible Flower sebagai Pengganti Pangan dan Hiasan Hidangan serta Pekarangan Pangan Lestari oleh Dr. Afra D.N. Makalew, M.Sc

Peserta webinar adalah anggota DWP yang berasal dari Instansi Pemerintah yang terdiri dari DWP di Kementrian, Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Akun zoom yang tergabung dalam webinar ini mencapai 520 akun, dengan satu akun zoom bisa terdiri dari satu sampai lima orang anggota DWP. Diharapkan dari kegiatan webinar ini, anggota DWP mampu mengaplikasikan ilmu dan informasi dari para Nara Sumber dalam berkebun tanaman untuk ketahanan pangan keluarga.

Pada acara baik tersebut, Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Jakarta mendapatkan kesempatan untuk mendiseminasikan sayuran hasil panen teknologi hidroponik dan pohon cabai yang siap berbuah lebat kepada peserta yang hadir.

 

Jakarta, (9/4/2021), Sejak pukul 09.00, halaman kantor BPTP Jakarta sudah ramai pengunjung yang akan berpartisipasi dalam “BPTP Jakarta Berbagi”. Tercatat, sebanyak 171 pengunjung dan 679 paket sayuran yang siap dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Kegiatan ini pun dilaksanakan dengan memperhatikan protocol kesehatan dan melibatkan petugas Satgas Covid-19 Kelurahan Jati Padang.

“BPTP Jakarta Berbagi” merupakan salah satu upaya yang ditempuh dalam rangka mendiseminasikan inovasi teknologi pertanian perkotaan. “BPTP Jakarta Berbagi”ini merupakan kali ketiga yang diagendakan dalam rangka menstimulus masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah atau ruang terbatas lainnya untuk berbudidaya sayuran. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih menyukai dan gemar dalam mengonsumsi sayuran sehat.

Sejumlah 84,32 kg sayuran yang dibagikan kepada masyarakat, mverupakan hasil panen dari Taman Agro Inovasi (halaman kantor BPTP Jakarta) dan kelompok binaan BPTP Jakarta. Adapun jenis sayuran yang dibagikan meliputi bayam merah, bayam hijau, bayam giti merah, kangkung, sawi, caisim, selada, kenikir, kelor, kacang panjang, kemangi, terong, taoge dan okra, selain itu disediakan pula paket sambal (bawang merah, cabai, tomat), paket pecel (kacang panjang, taoge, kenikir dan bumbu pecel) dan paket bumbu dapur. Yuk, tanam sendiri sayurmu… lebih sehat, lebih segar dan lebih terjamin.

 

Jakarta -- Memiliki lahan terbatas di perkotaan bukanlah halangan untuk melakukan budidaya tanaman. Lukman Hakim, S.Si, M.Sc, Narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan pada tanggal 8 April 2021 di ruang pertemuan FKPPI Jakarta Pusat memaparkan tentang 5 (lima) strategi budidaya tanaman sayuran yang bisa diaplikasikan pada lahan terbatas, namun tetap dapat menghasilkan sayuran sehat yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Lima strategi tersebut adalah Budidaya Tanaman secara vertical, Square foot garden, Hidroponik, Pengomposan dan Pengendalian OPT.
 
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan cara memanfaatkan barang-barang tidak terpakai seperti gelas atau botol minuman, kain kasa pembungkus tahu dan lain-lain untuk berbudidaya tanaman, selain itu dijelaskan juga cara mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos yang digunakan sebagai bahan tambahan media tanaman dengan bantuan cacing dan magot Black Soldier Fly.
 
Kegiatan Bimtek Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Padat Karya di DKI Jakarta, dibuka oleh Ibu Dyah Pitaloka sebagai Koordinator KSPP BPTP Jakarta. Dalam sambutannya disampaikan bahwa tupoksi BPTP Jakarta adalah mendiseminasikan teknologi hasil pengkajian BPTP Jakarta dan kegiatan bimtek ini merupakan salah satu cara diseminasi teknologi yang bertujuan agar teknologi yang dihasilkan BPTP Jakarta dapat diadopsi oleh masyarakat.
Kegiatan Bimtek ini ditutup dengan praktek dan peragaan pembuatan media, pembuatan OPT Organik dan hdroponik statis.

 

Jakarta -- Mendukung program Padat Karya Kementerian Pertanian, BPTP Jakarta menyelenggarakan Bimtek Teknologi Pertanian Perkotaan (Hidroponik). Peserta berasal dari Kelompok Organisasi Masyarakat dari berbagai wilayah di DKI Jakarta sebanyak 40 orang. Bimtek bertempat di Ruang Rapat Lt. 2 BPTP Jakarta pada Kamis, 8 April 2021.

Acara bimtek dibuka oleh Koordinator KSPP, Dra. Dyah Pitaloka M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa BPTP Jakarta sebagai unit Kerja Balitbangtan, Kementan bertugas untuk menghasilkan teknologi bidang pertanian serta untuk meyebarluaskan kepada masyarakat. Teknologi Pertanian yang dihasilkan spesifik untuk mendukung Pertanian Perkotaan. Bimtek kali ini bertema tentang berbudidaya secara Hidroponik yang identik dengan pertanian perkotaan. Dengan adanya bimtek ini peserta diharapkan dapat mulai berlatih berbudidaya dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan.

Narasumber adalah peneliti kelji budidaya, Susi Sutardi. SP. Disampaikan prinsip dasar berbudiaya tanaman diantaranya pemenuhan benih/bibit, media tanam, air, oksigen, pH, nutrisi tanaman pupuk dan sinar matahari. Selain itu peserta diajarkan berbagai jenis sistem hidroponik, persiapan yang diperlukan seperti alat dan bahan serta nutrisi AB mix. Berbudidaya dengan lahan terbatas selain dengan hidroponik juga dapat menggunakan pot, vertikultur, wall garden, aquaponik dan wolkaponik. Semua teknologi-teknologi tersebut sudah dilakukan oleh BPTP Jakarta. Di sesi akhir peserta mendapatkan praktek berbudidaya yang dipandu oleh Ir. Yogawati dan Yosep Padillah.