JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Sekelompok Ibu-ibu memiliki cita-cita menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka sebagai kampung hidroponik. Bu Hj Latifah, sang champion yang menjadi motor penggerak kegiatan hidroponik di kelurahan Pertukangan Selatan. Berawal dari program “Gang Hijau” yang dilaksanakan oleh DKPKP Provinsi Jakarta yang menjadi embrio munculnya keinginan budidaya hidroponik di KWT Asmat. Didampingi oleh Bapak Hari Prayitno yang saat itu masih bertugas sebagai PPL, kelompok ini bersemangat belajar dan melakukan budidaya hidroponik.

Saat ini, sudah berjejer sekitar 300 m talang-talang hidroponik di Gang Asmat. Selain itu, di lahan Bu Hj Latifah dengan luas 200 m 2, rak-rak hidroponik dengan lubang sekitar 520 setiap talang kangkung, bayam, mint, kale dan selada. Setiap pekan sekali, sayuran hidroponik ini akan dipanen secara bertahap dan dipasarkan ke masyarakat sekitar atau pasar kaget di beberapa tempat seperti Balkot Farm. Dari budidaya hidroponik ini, selain untuk mencukupi kebutuhan sayur di rumah tangga, mereka juga mendapat penghasilan tambahan dari hasil penjualannya. Bahkan menurut Bu Linda salah satu anggota KWT, tidak pernah lagi membeli sayur di tukang sayu atau di pasar lagi, semua tercukupi dari hasil hidroponiknya.

Namun demikian, aktivitas budidaya tersebut tidak terlepas dari beberapa kendala yang perlu mendapatkan solusi penangannya, di antara adalah adanya kasus serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama kutu daun dan kutu putih dan ketergantungan dengan sumber nutrisi buatan pabrikan. Dengan rekomendasi berupa pemanfaatan tanaman refugia dan penggunaan pestisida nabati dari Tim Peneliti BPTP diharapkan dapat membantu mengurangi gangguaan OPT. begitu pula upaya pemanfaatan nutrisi dari limbah ikan, melalui sistem aquaponik juga dapat menjadi salah satu tawaran rekomendasi bagi ketergantungan sumber nutrisi.

Dengan demikian, kita akan lebih yakin bahwa dari budidaya hidroponik tersebut bahan pangan yang kita konsumsi terjaminan keamanan/kualitasnya

Bogor -- Potensi lahan sawah Provinsi Jakarta masih cukup besar untuk ditingkatkan intensitas pertanaman padinya. Lebih dari 400 Ha lahan sawah garapan masih eksis dikelola oleh petani penggarap di wilayah Jakarta Utara, Timur dan Barat. Introduksi varietas unggul baru, teknologi budidaya dan pendampingan kelembagaan petani menjadi program yang terus dilaksanakan. TA 2020 BPTP Jakarta mendapat program turunan berupa Peningkatan Indeks Pertanaman untuk lahan sawah.

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknoilogi Pertanian melaksanakan Workshop Peningkatan Indeks Pertanaman pada 11-12 Maret 2020 yang pesertanya berasal dari PJ kegiatan IP dan Gugus Tugas Katam. Bertempat di Ruang Rapat Bisbul BBP2TP, Bogor. Materi dalam Workshop ini terkait dengan Kebijakan dan Inovasi Teknologi Tanaman Pangan Mendukung Peningkatan IP, Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu, Penguata dan Kelembagaan Pertanian dalam Mendukung IP, Decision Support System untuk Peningkatan IP, Transformasi Hasil Kajian Peningkatan IP menjadi KTI, dan Sukses story pelaksanaan kegiatan IP di sejumlah BPTP.

Hasil akhir dari workshop ini berupa rumusan kesepakatan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setiap BPTP.

Bogor – Dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pelayanan PPID sebagai Badan Publik Informatif, BPTP Jakarta hadir dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik.  Kegiatan Bimtek diselenggarakan oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementan pada tanggal 27-28 Februari 2020 di Auditorium Ismunadji, PSEKP Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat dan petugas layanan pengelola informasi publik yang terdiri dari 41 UK/UPT se-Jabotabek.

Dalam sambutannya, Ka Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr., Ph.D, menyampaikan PPID UK/UPT wajib melaksanakan pengelolaan informasi publik secara proaktif, efektif dan transparansi secara peraturan perundangan yang berlaku. Seluruh UK/UPT berkomitmen terhadap Unit Eselon 1 untuk pengelolaan informasi publik.

Lebih lanjut Ka Biro Humas dan Informasi publik menyampaikan bahwa setiap UK/UPT diwajibkan memiliki sumberdaya manusia, anggaran, sarana dan prasarana konter layanan yang terintegrasi dengan Agriculture War Room (AWR) Kementan. Selain itu, setiap UK/UPT juga harus memiliki daftar informasi publik.

Melalui Bimtek ini diharapkan setiap UK/UPT dapat meningkatkan standar pengelolaan dan pelayanan informasi publik kepada masyarakat dalam rangka mendukung pertanian maju, mandiri dan modern.

Jakarta -- Varietas Inpari 42 merupakan varietas unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian keluaran Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi. Padi ini berumur ± 112 hari dengan tekstur nasi pulen dan memiiki potensi hasil 10,58 ton/ha GKG.

BPTP Jakarta bersama Sudin KPKP Jakarta Timur telah melakukan introduksi varietas Inpari 42 di kelompok tani Kandang Besar, Cakung, Jakarta Timur. Pada hari Senin, 2 Maret 2020 telah dilakukan panen dan ubinan padi Inpari 42 di lokasi tersebut.

Kondisi lahan pada saat panen masih cukup basah karena curah hujan di lokasi yang masih cukup tinggi. Rata-rata hasil ubinan menunjukkan potensi produksi sebesar 10.25 ton/ha gabah kotor panen dengan kadar air gabah 27,6%. Sedangkan hasil analisa jumlah bulir/malai menunjukkan potensi produski sebesar 8.7 ton/ha Gabah bersih panen.

Persepsi petani terhadap varietas ini cukup baik, petani menyukai jenis varietas ini karena bentuk daun benderanya yang tegak dan malai yang berada di bawah daun bendera. Karakteristik ini meminimalisir serangan hama burung yang banyak terjadi di DKI Jakarta.

Introduksi varietas unggul padi Badan Litbang Pertanian diharapkan dapat meminimalisir serangan hama penyakit yang ada, meningkatkan produksi dan mengoptimalkan pendapatan petani.

Jakarta -- Sebagai salah satu langkah dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan dan kinerja pengelolaan perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis Pengelola Perpustakaan. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat fungsional pustakawan dan petugas pengelola perpustakaan lingkup Kementan dengan tema "Akselerasi Transfomasi Perpustakaan Pertanian Berbasis Inklusi Sosial”.

Temu Teknis bertujuan menyediakan media pembelajaran berupa materi-materi yang berhubungan dengan pengelolaan dan pengembangan perpustakaan untuk para pustakawan dan pengelola perpustakaan, khususnya tentang perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pustaka, Dr. Ir. Retno Sri Hartati M., MSi., di ruang rapat PUSTAKA Bogor dan dilanjutkan dengan pemberian materi di hotel Arya Duta, Jakarta, pada 12-15 Februari 2020.

Dalam sambutannya, Kepala PUSTAKA menyampaikan bahwa pustakawan jangan berdiam diri melainkan secara aktif harus dekat dengan para pengguna, peneliti, penyuluh dan masyarakat umum, sehingga akhirnya menjadi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial.

Lebih lanjut, Kepala PUSTAKA menambahkan bahwa dalam mendukung tranformasi tersebut pustakawan maupun pengelola perpustakaan harus melakukan kolaborasi dengan stakeholder, antara lain Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, universitas, UPTD lingkup setempat, dan lainnya. Selanjutnya Setiap UK/UPT harus mempunyai database profil sumberdaya manusia peneliti, penyuluh, teknisi litkayasa, dan POPT.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Perpustakaan Nasional, Drs. Syarif Bando, MM. Materi yang disampaikan mengenai Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Tidak hanya materi dan praktek di dalam ruangan, para peserta temu teknis juga akan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Perpustakaan Nasional RI.