JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta --  Sosialisasi Teknologi  Bawang  Merah Off Seasons di Kelompok Asem Lestari- Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kegiatan Sosialisasi ini disampaikan untuk menyampaikan salah satu kegiatan kajian yang dilakukan oleh BPTP Jakarta.  Salah satunya adalah kajian teknologi  budidaya bawang merah  off seasons di DKI Jakarta.  

Kegiatan kajian ini dilakukan di tiga lokasi di wilayah DKI Jakarta.  Salah satu lokasi ada di kelompok Asem Lestari – Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 30 orang, dari  Sudin Pertanian Selatan, Kelurahan Jagakarsa maupun dari anggota  kelompok Asem Lestari dan peneliti maupun penyuluh dari BPTP Jakarta.  

Bagi masyarakat  umum, tentunya  tidak mungkin di Jakarta bisa panen bawang merah, mengingat kondisi Jakarta sangat padat dengan perkantoran dan perumahan, ternyata kota Jakarta bisa menghasilkan bawang merah,  Dengan  kondisi   lahan pertanian di ibu kota yang terbatas, BPTP Jakarta tentunya  mempunyai  mandat untuk mengembangkan  beberapa  inovasi  teknologi  pertanian pekotaan, salah satunya adalah dengan teknik vertikultur, penggunaan pot  yang merupakan salah satu langkah untuk yang dapat dilakukan  pada lahan terbatas.  

Bawang merah  merupakan salah satu  komoditas hortikultura yang dapat  budidayakan  baik di lahan  maupun  di polybag/pot.  Bawang merah  mempunyai nilai ekonomi tinggi. yang  mengakibatkan terjadinya inflasi, karenan harganya yang berfluktuasi dan kerap naik turun.  Tanaman bawang merah  sangat  adaptip  untuk dibudidayakan  di dataran rendah sampai tinggi (0- 900 m dpl), dengan kebutuhan sinar cahaya minimal 70% .  memerlukan tanah yang berstruksur remah, sedang sampai liat dan mengandung bahan organik yang cukup, dan pH netral (5,6 – 6,5).  

Waktu tanam yang terbaik adalah musim kemarau  yaitu pada bulan April/Mei dan Juli/Agustus (on season)   tidak mengalami kendala, karena kondisi cuaca yang sangat mendukung, sehingga produksinya  dapat diperoleh dengan cukup  optimal.    Yang menjadi masalah adalah saat  budidaya off seasons,   karena memiliki risiko tinggi,  banyak  tantangan  dan  kendala yang dihadapi saat budidaya dan pengembangannya, terutama   tinnginya  curah  hujan, kondisi   iklim  yang sangat  lembab  yang  berakibat  terhadap  tingginya  serangan organisme pengganggu tanaman (OPT),  penggunaan  dan  pemilihan varietas  yang tidak  sesuai saat off seasons,  tidak  tersedianya  varietas  yang  dibutuhkan petani.  

Sampai  saat  ini peningkatan produksi bawang merah pada umumnya sangat tergantung  varietas tanaman bawang merah dan musim  tanam.   sehingga di perlukan penanganan  dan  cara yang tepat untuk mendapatkan hasil optimal saat budidaya  off seasons.