JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, 31 Mei 2018 - Dalam rangka upaya peningkatan produksi tanaman pangan, BPTP Jakarta mengadakan acara Tanam Padi Bersama yang dilakukan di Kelompok Tani Jawa Indah, Semanan, Jakarta Barat. Pada acara tersebut BPTP Jakarta Bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan melakukan sosialisasi dan diseminasi teknologi yang diikuti sejumlah petani padi yang ada di Jakarta Barat. Varietas yang ditanam pada acara tanam bersama ini adalah varietas inbrida INPARI-32. Keunggulan utama varietas ini adalah ketahanannya terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) strain III. Varietas ini memiliki rata-rata produksi 6.30 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 8.53 ton/ha. Paket teknologi yang digunakan pada musim tanam ini adalah Jajar Legowo Super (Jarwo Super). Paket teknologi ini menggunakan jarak tanam 25 x 12.5 cm dengan sistem legowo 2:1. Dengan sistem jarak tanam seperti di atas, populasi tanaman padi dapat sama, bahkan lebih banyak dibanding dengan jarak tanam konvensional 25 x 25 cm. Sistem jarak tanam legowo 2:1 ini mengadopsi kondisi dimana tanaman pinggir yang kondisinya selalu  lebih baik dibanding tanaman yang berada di tengah petakan. Pada sistem jarak tanam legowo ini  seluruh populasi tanaman dibuat menjadi tanaman pinggir dengan menghilangkan 1 baris tanaman setiap dua baris tanaman.

Selain modifikasi jarak tanam, sistem budidaya Jarwo Super ini menggunakan pupuk hayati Agrimeth dan bio-pestisida Bioprotector. Agrimeth diformulasikan dari bakteri filosfer (methylobacterrium sp) untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk N dan P hingga 50%. Agrimeth juga berperan dalam meningkatkan produksi tanaman sebesar 20-50%, memperbaiki pertumbuhan tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan mikroba patogen, aman digunakan, serta bersahabat dengan lingkungan. Keunggulannya dari penghasil fitohormon. Sedangkan Bioprotector seluruh komposisinya terdiri atas bahan-bahan nabati sehingga aman diaplikasikan meskipun dengan frekuensi yang intensif.