JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, Selasa 15 Mei 2018.  Dalam rangka pelaksanaan kegiatan kerjasama, pengkajiam, penelitian dan pengembangan pertanian strategis, BPTP Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD)  Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasi rencana kegiatan yang akan dilakukan di Kepulauan Seribu juga menjaring masukan dari berbagai instansi terkait dari Pemerintah Daetah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yaitu Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Suku Dinas Pariwisata dan Suku Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup serta mengumpulkan data terkait dgn potensi wilayah, karakteristik dan permasalahan sosial budaya masyarakat di Kepulauan Seribu.

Kegiatan penyusunan model pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir di Kepulaun Seribu akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei 2018 ini dan aplikasinya akan dilaksanakan sekitar bulan  September 2018 hingga April 2019. Seluruh instansi terkait telah menyampaikan kesanggupannya utk mendukung kegiatan  ini degan  mensinergikan program yg ada. Ruang lingkup model Integrasi pertanian, meliputi budidaya tanaman, komposting, budidaya ternak kelinci dan pascapanen. Kegiatan kerjasama tersebut melibatkan para peneliti dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BB2TP) Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBPSDLP), Balai Besar Litbang Pascapanen, Balai penelitian Tanaman sayuran (Balitsa) dan Balai Penelitian Ternak (Balitnak).

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Institusi Dinas dan Suku Dinas Lingkup DKI Jakarta, Tim Peneliti Badan Litbang Pertanian, dan Tim dari BPTP DKI Jakarta.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menerina tanda daftar 3 komoditas khas Kepulauan Seribu dari Kepala PPVTPP yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendaftafan Varietas, disaksikan oleh Kepala BPTP Jakarta. Usulan pendaftaran terhadap 3 (tiga) varietas lokal kepulauan Seribu yaitu kecundang, pisang kepok  belanda, dan kingkit disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada bulan September 2017 dan tanda pendaftarannya diterbitkan pada bulan Desember 2017. Ketiga komoditas tersebut merupakan hasil identifikasi dan karakterisasi tanaman yang dilakukan mulai tahun  2016.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat PVTPP menyampaikan setelah varietas lokal terdaftar di Pusat PVTPP, perlu dilakukan upaya pelestarian varietas melalui perbanyakan tanaman, pembuatan duplikat varietas, penyimpanan benih dan rejuvenasi/peremajaan serta pengembangan dan pemanfaatan varietas sebagai sumber materi genetik untuk perakitan varietas baru.

Kepala BPTP  Jakarta  menyampaikan semoga kedepannya BPTP Jakarta bersama Dinas KPKP berikut UPT terkait terus meningkatkan kerjasama dalam melakukan pendaftarn varietas lokal yang ada di Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pengelolaan SDG yang dapat mendukung kemandirian pangan.