JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Sebagai langkah awal rangkaian kegiatan KP4S Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, BPTP Jakarta menyelenggarakan focus group discussion (FGD) membahas tentang pengembangan pertanian terintegrasi di lahan berpasir, yang dilaksanakan di Gedung Mitra Praja, Sunter pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2018. FGD ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Institusi Dinas dan Suku Dinas Lingkup DKI Jakarta, Tim Peneliti Badan Litbang Pertanian, dan Tim dari BPTP DKI Jakarta. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, dijelaskan bahwa kondisi lahan di Kepulauan Seribu memiliki karakteristik spesifik, antara lain berpasir, kering dan memiliki salinitas tinggi. Sistem pertanian di Kepulauan Seribu masih belum terfokus dan terprogram dengan baik, sehingga sangat menyambut baik dan sangat mengharapkan sentuhan profesional dari jajaran Kementerian Pertanian.

Sebagai narasumber Dr. Waryat, MP (Peneliti BPTP Jakarta) menjelaskan bahwa kegiatan KP4S Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta mengusung konsep ‘Pertanian Terintegrasi Mendukung Ketahanan Pangan’. Program kegiatan ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk dapat mengoptimalkan kemandirian pangan masyarakat di Kepulauan Seribu. Sebagai tujuan utama wisata di Indonesia, jumlah kedatangan wisatawan semakin tinggi dan sangat berhubungan dengan kebutuhan pangan yang meningkat.

Dari FGD tersebut diperoleh hasil bahwa tantangan utama dalam rangka mewujudkan target akhir kegiatan ini terkait erat dengan masalah budaya dan sumber daya manusia. BPTP Jakarta menyeru semua pihak, baik narasumber dari berbagai UK/UPT lingkup Balitbangtan, serta semua instansi pemerintah daerah terkait untuk bersinergi menciptakan Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.

Dalam penutupan acara, Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyampaikan bahwa visi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu adalah menjadi kepulauan yang cerdas, mandiri dan sejahtera. Dalam konteks ini termasuk mandiri dari segi kebutuhan pangan.Kepulauan Seribu saat ini sudah termasuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas nasional, sehingga kebutuhan pangan akan menjadi  isu penting. Melalui kegiatan FGD ini diharapkan agar dapat menyatukan visi semua pihak yang terkait. Seruan yang sama juga disampaikan bahwa dalam program ini, jangan hanya pertaniannya yang terintegrasi, tetapi seluruh pihak terkait harus menunjukkan dukungannya dan bersama-sama memperjuangkan keberhasilan kegiatan ini.