JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kepulauan Seribu  masih menyimpan sejuta keragaman varietas tanaman lokal  yang sangat bernilai dan berpotensi untuk dimanfaatkan dan dikembangkan.  BPTP Jakarta bersama Sudin KPKP Kepulauan Seribu dan Petugas Pengawas Benih Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2016 hingga 2017 melakukan karakterisasi terhadap 3 (tiga) varietas lokal kepulauan Seribu yaitu kecundang, pisang kepok  belanda, dan kingkit.  Hasil karakterisasi tersebut ditindak lanjuti dengan pengajuan pendaftaran varietas lokal oleh Bupati Kepulauan Seribu Kepada Pusat PPVTPP.  Tanda daftar varietas lokal tanaman Kepulauan Seribu diterbitkan oleh PPVTPP pada 8 Desember 2017.

Penyerahan tanda daftar varietas tanaman dilakukan oleh Kepala Pusat PVTPP yang diwakili oleh Kabid Pendaftaran Varietas Ir. Ewin Suib., MM kepada Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah dan disaksikan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertaian (BPTP) Jakarta Ir. Etty Herawati., MSi.  Tanda daftar varietas tanaman lokal Kepulauan Seribu dikeluarkan untuk komoditas kecundang dengan nomor 439/PVL/2017, pisang kepok belanda 440/PVL/2017, dan kingkit dengan nomor 441/PVL/2017.  Penyerahan ini dilakukan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta”, 15 Mei 2018 di Kantor Bupati Kepulauan Seribu, Sunter, Jakarta Utara. Dalam sambutannya, Kepala Pusat PVTPP menyampaikan setelah varietas lokal terdaftar di Pusat PVTPP, perlu dilakukan upaya pelestarian varietas melalui perbanyakan tanaman, pembuatan duplikat varietas, penyimpanan benih dan rejuvenasi/peremajaan serta pengembangan dan pemanfaatan varietas sebagai sumber materi genetik untuk perakitan varietas baru.

Kepala BPTP  Jakarta  menyampaikan semoga kedepannya BPTP Jakarta bersama Dinas KPKP berikut UPT terkait terus meningkatkan kerjasama dalam melakukan pendaftarn varietas lokal yang ada di Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pengelolaan SDG yang dapat mendukung kemandirian pangan.