JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor -- Sesuai dengan PERMENTAN N0. 19 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPTP, setiap BPTP diberi amanah untuk melaksanakan Bimbingan Teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi. Sebagai tindaklanjut dan wujud nyata pelaksanaan PERMENTAN No 19/2017 tersebut, BPTP Jakarta menyelenggarakan Temu Teknis Inovasi Pertanian dan Bimbingan Teknis Materi Penyuluhan Pertanian di Jambu Luwuk, Ciawi pada hari Selasa dan Rabu tanggal 8 – 9 Mei 2018.

Temu Teknis merupakan forum pertemuan antara peneliti dan penyuluh BPTP dengan penyuluh di lapangan dalam rangka mengkomunikasikan/mendiseminasikan inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian Badan Litbang Pertanian untuk digunakan sebagai referensi bagi para penyuluh pertanian dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di wilayahnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para penyuluh pertanian terhadap inovasi pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan identifikasi teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan teknologi yang perlu disempurnakan.

Sejak didirikan tahun 1974, Badan Litbang Pertanian memiliki lebih dari 600 teknologi unggulan yang telah dihasilkan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan, Balai Besar Litbang, Balai Penelitian, dan Balai Pengkajian. Khusus teknologi pertanian spesifik lokasi di DKI Jakarta, BPTP Jakarta sejak didirikan 20 tahun yang lalu, telah menghasilkan lebih dari 45 teknologi unggulan untuk perkotaan atau yang kita kenal dengan pertanian perkotaan. Bidang kajian untuk pertanian perkotaan, meliputi bidang budidaya tanaman, budidaya ternak, komposting, dan pasca panen. Untuk melengkapi kelayakan teknologi dan respon pengguna terhadap teknologi pertanian perkotaan, maka BPTP Jakarta juga melaksanakan kajian tentang sosial ekonominya. Pemprov DKI Jakarta pada bulan Februari 2018 telah meluncurkan design besar teknologi pertanian perkotaan yang dilengkapi dengan peta jalan hingga tahun 2022. Teknologi tersebut tentunya perlu mendapatkan umpan balik pelaksanaannya di lapangan. Oleh karena itu, Temu Teknis ini merupakan forum untuk mendiskusikan teknologi yang telah dihasilkan oleh para peneliti Badan Litbang Pertanian, dan merupakan forum untuk mendiskusikan umpan balik teknologi yang telah diaplikasikan oleh pengguna. Pada Temu Teknis ini, selain peneliti Badan Litbang Pertanian juga menghadirkan narasumber lain untuk memberikan masukan terhadap teknologi yang dihasilkan.

Selain Temu Teknis, BPTP Jakarta juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis Materi Penyuluhan. Kegiatan ini merupakan sarana untuk penyebarluasan inovasi pertanian yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk penderasan inovasi hasil penelitian dan pengkajian Badan Litbang Pertanian untuk mendukung program peningkatan produksi pertanian. Tujuan penyelenggaraan bimbingan teknis adalah mensosialisasikan inovasi teknologi pertanian yang direkomendasikan oleh Badan Litbang Pertanian. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian di daerah dalam memahami inovasi pertanian, serta meningkatkan keterampilan penyuluh pertanian di daerah dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian hasil penelitian dan pengkajian komoditas strategis Kementan dan komoditas unggulan daerah dengan berbagai metode dan media.

Bimbingan Teknis kali ini adalah pembuatan nutrisi hidroponik dengan narasumber Ir. Yos Sutiyoso. Latar belakang pemilihan topik ini bahwa Pemprov DKI Jakarta,saat ini sedang menggalakkan budidaya tanaman secara hidroponik di setiap sudut kota. Akan tetapi, nutrisi hidroponiknya masih menjadi kendala karena harganya yang relatif mahal.

BPTP Jakarta telah mensosialisasikan budidaya hidroponik sejak tahun 2015 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Teknologi budidaya tanaman secara hidroponik ini sangat tepat dikembangkan di wilayah perkotaan karena budidaya hidroponik ini tidak memerlukan lahan yang luas, bahkan dapat ditempatkan di dalam ruangan. Budidaya hidroponik juga sudah dikembangkan bukan hanya untuk tanaman sayuran, tetapi juga untuk tanaman buah-buahan. Melalui Bimbingan Teknis yang diselenggarakan BPTP Jakarta ini diharapkan agar para penyuluh dapat berinteraksi langsung dengan narasumbernya. Sebaliknya, para peneliti dan narasumber dapat berdiskusi dengan para penyuluh sebagai pelaksana di lapangan, sehingga kendala atau permasalahan yang ada selama ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu BPTP Jakarta berupaya untuk membantu stakeholder terkait dengan memberikan bimbingan teknis tentang pembuatan nutrisi hidroponik. Bimbingan Teknis ini juga dilengkapi dengan praktek pembuatan nutrisi hidroponik.

Acara ini dibuka oleh Kepala BPTP Jakarta dan dihadiri oleh Kepala Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta, Kepala Suku Dinas seluruh wilayah DKI Jakarta, kepala satuan pelaksana Provinsi DKI Jakarta, seluruh THL PP Provinsi DKI Jakarta, nara sumber dari Badan Litbang Pertanian dan dari luar Badan Litbang Pertanian, para peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta dan para penyuluhan tingkat provinsi.

Dalam arahannya, Kepala BPTP Jakarta, menyampaikan bahwa Temu Teknis merupakan forum diskusi bagi peneliti dan penyuluh tentang aplikasi teknologi pertanian perkotaan dan umpan baliknya, sehingga pertanian perkotaan dapat terus dikembangkan di seluruh wilayah Jakarta dan kota-kota lain di seluruh Indonesia. Melalui Bimbingan Teknis materi penyuluhan pertanian diharapkan agar para penyuluh memahami teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan memiliki kemampuan dan keterampilan untuk dapat menyampaikan kepada penggunanya. Bimbingan Teknis ini akan dilakukan secara berkala sesuai topik dan waktu yang disepakati bersama.