JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Jakarta sejak tahun 2014 telah mensosialisasikan teknologi budidaya kelinci di wilayah Jakarta. Kelinci menjadi komoditas andalan diwilayah DKI Jakarta, karena Perda No.4 tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas.

Keunggulan dari pemeliharaan kelinci yaitu Kelinci adalah hewan yang subur perkembangbiakannya sepanjang tahun mulai dari umur 6 bulan hingga 5 tahun selama dikelola dengan baik, rata-rata induk betina melahirkan antara 6-8 anak setiap induk, dalam umur 3-4 bulan, kelinci pedaging sudah siap menghasilkan daging yang melimpah, 2-4 kg. Untuk jenis kelinci besar bisa mencapai 5-6 kg, bahkan lebih. Daging kelinci merupakan makanan yang sehat sebab mengandung kolesterol yang rendah. Tempat pemeliharaan kelinci tidak membutuhkan tempat yang luas. Pakan kelinci biasanya diberikan pakan komersial. Padahal pakan tersebut diberikan dalam jumlah yang banyak dan harganya sangat mahal. Hal tersebut merupakan kendala dalam budidaya kelinci, sehingga perlu diupaya bagaimana caranya untuk mendapat pakan murah.

Salah satunya dengan membuat formulasi pakan berdasarkan sumberdaya lokal yang ada. Adapun formulasi pakannya terdiri dari: bungkil kedele, dedak, onggok, mineral dan molases. Perlu diingat dalam pembuatan pakan untuk kelinci adalah kandungan protein, serat dan energinya harus terpenuhi. Pakan tersebut akan diolah menjadi pakan pelet, untuk memudahkan kelinci dalam mengkonsumsinya disamping itu pakan pelet dapat disimpan dalam waktu yang lama dan lebih praktis dalam penyajiannya.