JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, 2 April 2018,  Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian kembali mengadakan pertemuan Peningkatan Kapasitas Penyuluh dengan tema penilaian kelas kelompok tani. Peserta terdiri dari penyuluh dan THL - TBPP Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu dan Penyuluh BPTP Jakarta.

Acara dibuka oleh Kasubdit Penyuluhan mewakili kepala Dinas KPKP Yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya Devi Lidya mengatakan bahwa Penyuluh harus kembali ke basic data, artinya pengambilan data yang benar-benar data yang dijadikan sebagai data dasar. Oleh karena itu dari sekarang para penyuluh harus mempunyai 4 kelompok binaan, 4 kelompok ini yang nantinya akan dibina dan diambil datanya.

Seiring berjalannya waktu, ada penumbuhan kelompok tani, kelompok tani  binaan terdahulu tetap dibina dan tetap diambil datanya. Selanjutnya  narasumber dari BPSDM,  Bambang menyampaikan pentingnya optimalisasi peran  BPP.  BPP adalah rumahnya petani, tempat petani mendapatkan informasi –informasi, pelatihan, konsultasi Agribisnis dan tempat percontohan.

Indikator keberhasilan BPP adalah Peningkatan Produksi. Untuk Pratama 0,25 ton/ha, Madya 0,25 – 0,50 ton/ha, utama 0,50 – 0,75 ton/ha dan Aditama > 0,75 ton/ha,  sedang rumahnya penyuluh ada di Dinas dan Suku Dinas. Untuk tahun 2018 masing-masing penyuluh harus bisa meningkatkan skor kelembagaan kelompok tani, walaupun kelompok tersebut tidak naik kelas, tetapi skor harus naik. Skor keberhasilan untuk pemula 50, Madya 100, Utama 150 dan Aditama 200, Untuk mencapai skor tersebut dapat diusahakan dengan menilai  4 poktan sebagai target, kalau tidak tercapai juga berarti indikasi kinerja penyuluh tidak bagus.
 
Narasumber berikutnya Zahroen mengatakan, untuk penilaian kelas kemampuan kelompok, maka penyuluh WKBPP mengadakan penilaian kelompok kemudian disahkan di BPP seterusnya diserahkan ke Dinas KPKP untuk dikukuhkan, setelah itu baru dikembalikan lagi ke BPP untuk dimasukkan ke Simluhtan.

Untuk tahun 2018, diharapkan 125 kelompok sebagai target naik skor dari pemula kelanjut, sehingga pada November akan diketahui kelompok  mana yang naik skor dan mana yang naik kelas. Untuk meningkatkan SDM, Kemetrian Pertanian sudah membuka 6 Politeknik Pertanian yang tersebar di  beberapa propinsi dan tidak dipungut bayaran, diharapkan kalau ada anak-anak petani  yang tidak mampu namun berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan, maka silahkan masuk ke Politeknik Pertanian.