JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keterbatasan lahan pertanian dan tingginya koversi lahan di DKI Jakarta perlu disiasati dengan pemanfaatan lahan pekarangan dan ruang terbuka hijau untuk pengembangan bioindustri berbasis sayuran dan ternak di DKI Jakarta. Konsep ini adalah “Pemanfaatan lahan secara optimal untuk menghasilkan produk pangan yang sehat dan bernilai tambah” di lokasi bioindustri kerjasama BPTP Jakarta dengan Yonif 201 Mekanis Jaya Yudha Jakarta Selatan.

Kelinci merupakan ternak yang dapat dikembangkan di Jakarta dengan memanfaatkan limbah sayuran dan hijauan rumput. Selain itu pakan hijauan lainnya juga perlu dikembangkan untuk menjamin ketersediaan pakan kelinci. Adapun pakan konsentrat juga diperlukan dengan jumlah yang terbatas.

Tanaman Indigofera memiliki beberapa kelebihan, yakni toleran terhadap kekeringan, toleran terhadap jenis lahan yang beragam, toleran di tanam pada kondisi lingkungan genangan atau rawa. Walau tanaman indigofera mempunyai kelebihan didalam pengembangannya dan kandungan didalam tanamannya, perlu mempertimbangkan pula kebutuhan yang diperlukan ternak tidak bisa dicukupi hanya dengan pemberian tanaman Indigofera. Tanaman ini bisa dijadikan alternatif ketersediaan pakan hijauan ternak disaat musim kemarau yang susah untuk menemukan rumput. Pada saat ini tanaman Indigofera sudah diolah atau dikembangkan dalam bentuk suplemen yang dapat diberikan kepada ternak, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dari ternak tersebut. Pemberian suplemen lebih dianjurkan untuk diberikan kepada ternak yang sedang laktasi seperti sapi, kambing, domba dan kelinci.

Rumput gajah mini atau Dwarf Elephant Grass atau Pennisetum purpureum cv Mott., sering juga disebut sebagai rumput odot adalah sejenis rumput pakan ternak yang tumbuhnya rendah yang tingginya hanya sampai sekitar 1 m sangat cocok dikembangkan untuk mendukung pakan hijauan. Rumput ini juga dari segi kualitas atau gizinya cukup baik sebagai sumber serat.