JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Batam – Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sebagai instansi Pembina perpustakaan lingkup Kementan mengadakan Temu Teknis Pengelola Perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan di Batam selama 4 hari pada 10-13 April 2018 dan diikuti oleh 108 peserta dari berbagai UK/UPT seluruh eselon 1 lingkup Kementan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dan pengelola perpustakaan dalam mendukung kinerja pembangunan pertanian.

Perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan karena di dalamnya tersedia begitu banyak informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat. Dengan kekayaan sumber ilmu pengetahuan yang dimilikinya, perpustakaan merupakan salah satu factor pendukung utama bagi pemerintah dalam mendukung kinerja pembangunan.

Pustakawan merupakan ujung tombak keberhasilan penyebarluasan informasi di perpustakaan. Dalam mengemban tugas tersebut, pustakawan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya secara profesional agar mutu pelayanan perpustakaan menjadi lebih baik dan pengguna yang dilayani merasa puas.

Materi-materi yang diberikan saat temu teknis tidak saja yang berakitan dengan pengelolaan perpustakaan, tetapi juga materi yang dapat meningkatkan kompetensi kerja para pustakawan dan pengelola perpustakaan, seperti penulisan karya tulis ilmiah dan motivasi untuk pengembangan diri.

Kegiatan temu teknis ini selalu ada setiap tahun. Dan di tiap-tiap tahunnya, selalu dilakukan benchmarking ke Peperpustakaan yang dapat dijadikan percontohan dan juga meningkatkan wawasan serta isnpirasi bagi para pesertanya. Khusus tahun ini, benchmarking dilakukan di National Library Board (NLB) of Singapore. Secara tampilan fisik, NLB tidak berbeda jauh dengan Perpustakaan Nasional RI. Hanya saja, di NLB hampir semua layanan dilakukan secara digital, dan pemustaka melakukan sendiri semua kebutuhannya, seperti fotocopy dan lain-lain. Di saat yang sama, para peserta juga diajak untuk mengunjungi National Museum of Singapore. Museum ini sangat berbeda jauh dengan museum-museum kebanyakan yang ada di Indonesia. Museum yang menceritakan tentang awal terbentuknya negara Singapura hingga perjalanannya menjadi Negara modern ini didisain dan di tata secara apik, menarik, dan modern. Sangat efektif dan konservatif, sehingga bisa menginspirasi banyak hal untuk pengunjungnya., terutama untuk para pustakawan Indonesia yang sekarang harus bergerak terus ke depan.