JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, Rabu 11 April 2018, Pagi ini Kami tim pascapanen BPTP Jakarta sedikit kesulitan menuju lokasi pelatihan, yaitu di Kelompok Wanita Tani “Melati”, yang beralamat di JL Kebantenan, RW 07, Semper Timur, Cilincing , Jakarta Utara. Sempat beberapa kali salah alamat, dan harus memutar balik kendaran yang Kami tumpangi, namun akhirnya Kami sampai juga di lokasi yang Kami tuju. Karena ini memang untuk pertama kalinya Tim pascapanen BPTP Jakarta memberikan pelatihan yang bertema “Berbagai jenis olahan berbahan baku daun kelor” di KWT ini. Dan saat tiba, kami disambut ramah oleh ibu-ibu anggota kelompok yang sudah kompak memakai baju seragamnya.

KWT Melati terbentuk pada tanggal 7 Juli 2017 dan ditahun yang sama menerima bantuan program P2KP (Program Percepatan Keanekaragaman Pangan) sekaligus program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Dari program P2KP, KWT ini membuat Rumah Semai, kolam ikan yang berbahan terpal dan juga satu set hidroponik yang terbuat dari talang. Kelompok ini beranggotakan 19 orang dengan ketua kelompok Ibu Tulasmi. Berbagai produk olahan telah dibuat oleh kelompok ini antara lain stik kelor, stik daun seledri, pastel abon dan untuk minuman antara lain berbagai jamu seperti kunyit asem, jahe temulawak, beras kencur, dan lain-lain. Walaupun kelompok tani ini masih terbilang baru akan tetapi semangat para anggota kelompok cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan pertemuan rutin kelompok yang dilakukan setiap minggu di hari selasa dan kamis, dimana setiap hari selasa dijadwalkan untuk membuat beraneka ragam produk olahan.

Produk olahan yang terbilang laris dipasarkan adalah stik kelor dan stik daun seledri. Sehingga bukan tanpa sebab KWT Melati mengundang Tim pascapanen BPTP Jakarta untuk memberikan pelatihan, yaitu untuk menambah keragaman produk olahan lain yang berbahan baku daun kelor untuk diproduksi . Jenis olahan yang diajarkan pada pelatihan kali ini adalah “nugget kelor” dan “ cendol mojang”. Pembuatan nugget sendiri sudah banyak diketahui, tetapi yang istimewa adalah nugget dibuat dengan tambahan daun kelor, sehingga daun kelor berfungsi sebagai fortifikan yang akan memperkaya nutrisi dari nugget yang dibuat. Karena seperti kita ketahui banyak sekali manfaat dari daun kelor ini antara lain kandungan zat besinya 25 kali dibandingkan bayam, 15 kali lebih banyak kandungan potasiumnya dibandingkan dengan pisang, 10 kali lebih tinggi kandungan VIT A-nya dibandingkan wortel dan banyak lagi. Produk lain yang istimewa adalah kreasi cendol “ mojang” yaitu cendol yang diperkaya juga dengan daun kelor, selain bergizi rasanya juga enak.

Kreatifitas kelompok ini tidak hanya pada produk olahan tetapi juga dengan membuat pupuk cair yang bernama MOL yaitu kepanjangan Mikroorganisme Lokal. MOL ini terbuat dari buah nanas dan belimbing serta tambahan gula pasir. MOL ini sudah diproduksi dan sudah terbukti dapat menyuburkan tanaman.

Dengam adanya pelatihan pembuatan berbagai olahan daun kelor ini diharapkan KWT Melati dapat memproduksi sendiri yang nantinya akan meningkatkan pendapatan kelompok. Sehingga program P2KP dan KRPL dapat terus berjalan dan lestari dengan memanfaatkan tanaman dan sayuran di pekarangan.