JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Seminar Nasional dengan tema “Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Padi Dunia 2045” diselenggarakan oleh Pusat Pangan dan Agribisnis (PPA) dan Majalah Agrina mengambil tema “Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Padi Dunia 2045”.  Seminar dihadiri oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih selaku Pembina PPA, Kementerian Pertanian, Bulog, Pupuk Indonesia, Dinas Tanaman Pangan Jawa Tengah, dan lain-lain.

Kedaulatan pangan yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini, tercantum dalam Nawa Cita agenda ke-7, yaitu “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”.  Kedaulatan pangan dicerminkan oleh kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri, perlu didukung melalui: 1), Ketahanan pangan, terutama kemampuan mencukupi pangan dari produksi dalam negeri, 2). Pengaturan kebijakan pangan yang dirumuskan dan ditentukan oleh bangsa sendiri; dan 3). Mampu melindungi dan mensejahterakan pelaku utama pangan, terutama petani dan nelayan.

Tahun 2045 pemerintah Indonesia (Kementarian Pertanian) mentargetkan untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia.  Utuk mewujudkan kedaulatan pangan, rencana kerja kementerian pertanian tahun 2019 adalah “Pengembangan Infrastruktur dan Korporasi Petani untuk Percepatan Peningkatan Produksi dan Ekspor Pangan, serta Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Miskin”.  Hal ini akan diwujudkan melalui rencana kerja operasional, antara lain : 1). Percepatan produksi dan perbanyakan benih, 2). Penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, 3). Hilirisasi produk pangan dan pertanian, 4). Perbaikan/Pergantian varietas unggul bermutu, 5). Penyediaan pasokan air (embung dan bangunan air lainnya), 6). Fokus komoditas dan kawasan/cluster/korporasi, 7). Pengembangan lumbung pangan dan eskpor di wilayah perbatasan, 8). Percepatan pengembangan pertanian organic, 9). Percepatan peningkatan produksi dan swasembada, 10). Sinergi program/kegiatan lintas eselon 1 dan K/L.

Dari sisi permodalan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) membantu untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan memberikan pinjaman modal kepada petani-petani yang membutuhkan.  Sampai dengan Februari 2018, BRI telah menyalurkan kredit di sektor pertanian kepada 1.683.196 debitur dengan total plafond sebesar Rp 107,39 T.   Dengan adanya bantuan dalam permodalan, diharapkan kedaulatan pangan akan terwujud di negeri Indonesia tercinta ini.