JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kebutuhan pangan yang meningkat pesat, sebaliknya lahan yang berkurang tak kalah cepatnya membuat kesempatan dalam bertanam semakin sempit, bahkan dapat hilang sama sekali, Hidroponik merupakan sistem atau teknologi budidaya tanaman yang bisa menekan beberapa masalah kekurangan lahan dalam budidaya tanaman secara konvensional.

Bunga untuk di jadikan pakan lauk pauk sudah membudaya dikalangan masyarakat, ada bunga papaya, bunga turi dan bunga kecombrang, hanya saja bunga bunga ini tidak selalu tersedia di pasaran, bahkan belumbanyak yang membudidayakan nya secara khusus untuk usaha rumahan atau usaha kecil.

Ada bunga pendatang yang masuk ke Indonesia yang dapat di konsumsi, tanaman bunga ini mulai semarak di budidayakan serta mulai berkembang menjadi salah satu unggulan produksi bunga yang mempunyai nilai lebih, baik lewat keindahan bunganya maupun dalam bentuk makanan.

Edible Flower bunga yang mempunya kekhususan yaitu bunga ini sangat di sukai oleh dunia kuliner terutama para juru masak restoran maupun hotel, rahasianya karena bunga ini juga dapat merubah tekstur, rasa dan aroma. Karena ada bunga yang berasa asam, pedas, rasa mint dan penambah aroma masakan. Selain salah satu bahan salad, bunga ini dapat dicampur dengan es krim, permen dan pembuatan makanan berbentuk puding.

Melihat harganya bunga ini sangat menjanjikan, karena bunga yang di jual perkuntum, dijual dalam bentuk wadah dengan harga berkisar 35 rb – 50 ribu rupiah per box atau 1500-3000 perkuntum dapat di panen hingga 3 bulan lamanya atau hingga tanaman itu mati dengan sendirinya.

Untuk menghasilkan bunga yang indah di pandang dan dapat di konsumsi bukan hal yang mudah untuk dapat tumbuh dan berkembang, banyak tantangan dan halangan yang menanti dari mulai benih hingga, hama penmyakit dan pemasaran. Dari penanaman yang menggunakan teknik hidrponik, Benih harus di datangkan dari negara luar dan belum tersedia di pasaran lokal, hama penyakit yang menyerang baik di persemaian maupun di pertanaman, yang penangannya harus non pestisida karena bunga yang di pasarkan wajib bebas dari bahan kimia, pasar yang masih belum setabil.

Macam bunga yang dapat di kembangkan di antara lain : Dianthus, Viola, Geranium, Star flower, Cosmos, Calendula, Begonia,Snap Dragon dan Mawar

Satu lagi menambah khasanah pembungaan kita walau masih terkendala di beberapa hal, akan tetapi bunga ini sudah dapat simpati di hati pemerhati tanaman hias, para koki hingga mulai dilirik juga sebagai salah satu pasar yg potensial untuk di kembangkan, salah satunya BPTP Jakarta yang mulai menggeliat mengembangkan untuk Pertanian Perkotaan, semoga saja menjadi salah satu pelopor dalam pengembangan Edible Flower.