JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta (21/-3/2018) Merupakan tugas dan fungsi dari BPTP Jakarta untuk terus menghasilkan inovasi teknologi spesifik lokasi. Dan tahun ini, salah satu kajiannya adalah tentang Budidaya Cabai Rawit Dalam Pot Secara Polikultur. Ya, Jakarta dengan segala kelebihan dan kekurangannya, masih menyimpan segudang potensi untuk dimanfaatkan dalam mengembangkan pertanian perkotaan. Seperti misalnya, menanam cabai di pot atau polybag secara polikultur yang dapat dilakukan oleh setiap rumah tangga. Kali ini, BPTP Jakarta akan mengaplikasikannya pada kelompok terpilih yaitu Rumah Sahabat yang terletak di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mengapa Rumah Sahabat ? Tentunya, pemilihan ini berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan pada saat survey lokasi. Rumah Sahabat merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) Gandut Hijau yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran. Rumah Sahabat merupakan salah satu wadah yang mengkoordinir kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Gandaria Utara. Berangkat dari rasa kekhawatiran seorang ibu terhadap kebiasan anak-anaknya yang semakin kecanduan akan gadget, akhirnya munculah kegiatan-kegiatan positip yang diciptakan ibu-ibu di wilayah ini seperti memasak bersama anak, memberikan edukasi bertanam untuk penghijauan di lingkungan, dan sebagainya. Bukan hanya itu, aktivitas rutin yang sudah berjalan adalah adanya Bank Sampah. Salah satu hasil dari Bank Sampah adalah pupuk kompos yang dibagikan kepada warga kembali.

Pada kesempatan kali ini, Tim dari BPTP Jakarta melakukan sosialisasi kegiatan budidaya cabai rawit dalam pot secara polikultur untuk menyamakan persepsi dan menjelaskan secara teknis tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilakukan. Dalam pertemuan, telah hadir Bapak RW.07, perwakilan dari Kelurahan Gandaria Utara, perwakilan Sudin KPKP Jakarta Selatan, serta anggota Rumah Sabahat. Budidaya cabai rawit dalam pot secara polikultur ini, secara intensif akan dilakukan pada 20 orang kooperator. Adapun disebut polikultur karena penanaman cabai di dalam pot tidak dilakukan secara tunggal, tetapi dalam pot yang sama ditanam juga dengan tanaman sayuran lainnya seperti selada, kangkung, dan caisim. Istilah yang sudah banyak dikenal adalah tumpang sari,  tetapi kali ini dilakukan didalam pot, bukan di lahan. Jadi, bukan hanya panen cabai rawit saja tapi juga sayuran. Tentunya hal ini akan sangat membantu masyarakat untuk mengurangi biaya konsumsi rumah tangga. Dan bukan hanya itu, sehat adalah manfaat lain yang juga tidak kalah pentingnya. Ingin juga mencoba polikultur cabai dalam pot ? Akan kami sampaikan teknologinya pada kesempatan berikutnya …Salam