JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Jakarta – (20/03/18)  Urban farming atau pertanian di perkotaan sangat potensial dikembangkan di kawasan Jabodetabek. Terbukti Kebun Wisata Agrowista Pasir Mukti Desa Tajur, Pasirmukti, dan Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Bogor, mengunjungi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta untuk mendapatkan pelatihan perkotaan. Pelatihan yang diikuti sebanyak 15 orang ini, mendapatkan materi secara teori dan praktek.

Materi yang diberikan berkaitan dengan pertanian perkotaan, mulai dari teknologi budidaya tanaman, peternakan, sampai dengan teknologi olahan pasca panen.
 
Dalam kegiatan tersebut, Ka BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si., tidak saja memaparkan tentang profil BPTP Jakarta, tetapi juga mengenai pertanian bioindustri perkotaan. Materi-materi lain yang disampaikan dalam pembekalan adalah teknologi budidaya tanaman, teknologi hidroponik dan akuaponik (Ir. Emi Sugiartini, M.Si.), teknologi pemanfaatan limbah/biomasa pekarangan (Affan Raffandi, SP), teknologi budidaya kelinci ( Ir. Syamsu Bahar, M.Si.), serta teknologi pengolahan pasca panen (Muflihani Yanis, S.Pt., M.Si.).

Peserta dibekali juga praktek peragaan hidroponik dipandu oleh para teknisi BPTP Jakarta dengan koordinator M. Nur. Sementara untuk praktek pembuatan smoothie  dipandu oleh peneliti pascapanen, Yossy Handayani, SP dan Doni Joviano, S.Kom.
 
Dalam pelatihan, peserta mengunjungi Taman Agro Inovasi BPTP Jakarta yang ditata sedemikian rupa sebagai model bioindustri pertanian perkotaan. Melalui Taman ini, para peserta dapat secara langsung melihat teknologi pertanian perkotaan yang diaplikasikan di pekarangan, seperti akuaponik, hidroponik, wall gardening, teknologi pengomposan sampah organik, kompos cacing (vermikompos), teknologi budidaya kelinci, serta keragaan tanaman Sumber Daya Genetik khas Jakarta.