JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 Jakarta – Tidak semua ASN siap menghadapi masa purna bhakti. Rasa kekhawatiran akan apa yang akan dihadapi nanti, apa yang akan dilakukan, kerap muncul dalam benak. Menyiasati hal tersebut, Dewan Pengurus KORPRI Kementan setiap tahunnya mengadakan pelatihan untuk pembekalan bagi calon purna bhakti Kementan. Khusus untuk tahun ini, pembekalan diselenggarakan di BPTP Jakarta.

Materi yang diberikan kepada para peserta Pembekalan Calon Purna Bhakti Kementan Tahun 2018 tentunya berkaitan dengan pertanian perkotaan, yang mudah diaplikasikan serta diterapkan di rumah. Mulai dari teknologi budidaya tanaman, peternakan, sampai dengan teknologi olahan pasca panen.

Dalam kegiatan tersebut, Ka BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si., tidak saja memaparkan tentang profil BPTP Jakarta, tetapi juga mengenai pertanian bioindustri perkotaan. Materi-materi lain yang disampaikan dalam pembekalan adalah teknologi budidaya tanaman, teknologi hidroponik dan akuaponik (Ir. Emi Sugiartini, M.Si.), teknologi pemanfaatan limbah/biomasa pekarangan (Dr. Ana Feronika, SP., MP.), teknologi budidaya kelinci ( Ir. Syamsu Bahar, M.Si.), serta teknologi pengolahan pasca panen (Muflihani Yanis, S.Pt., M.Si.).

Materi-materi yang diberikan kepada para peserta tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktek. Baik itu praktek budidaya tanaman secara umum, vertikultur paralon, hingga pembuatan pupuk organik kompos dan vermikomposting yang dipandu oleh para teknisi BPTP Jakarta dengan koordinator M. Nur. Sementara untuk praktek pembuatan smoothie dan cake dipandu oleh peneliti pascapanen, Yossy Handayani, SP.

Selama kegiatan pembekalan, peserta tampak antusias menyimak pemaparan yang diberikan oleh para narasumber. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Kementan, Ir. Mudjiati, MM. dan diikuti oleh 30 orang peserta dari 11 Eselon 1 lingkup Kementan. Pembekalan calon purna bhakti berlangsung selama 2 hari, yaitu 27-28 Februari 2018.