JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta - Dalam rangka memenuhi tujuan utama Kementerian Pertanian yakni menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045, BPTP Jakarta melakukan koordinasi kegiatan pendampingan dan IP pada petani padi di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada 6 Februari 2018. Indeks Pertanaman adalah frekuensi tanam yang dilakukan pada lahan yang sama dalam kurun waktu 1 tahun. Beberapa faktor untuk meningkatkan IP antara lain varietas padi yang berumur genjah, saluran irigasi yang memadai, tersedianya tenaga kerja yang cukup, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu serta alat mesin pertanian (alsintan) yang mendukung.

Beberapa faktor yang disebutkan di atas selaras dengan pernyataan Wakil Ketua Kelompok Tani Maju, Pak Abas yang menyatakan mengharapkan varietas padi yang berumur genjah, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta memiliki produktivitas per satuan lahan yang tinggi. Pak Abas menerangkan bagaimana teknis budidaya padi yang dilakukan Kelompok Tani Maju mulai dari persiapan lahan, pembibitan, sampai dengan penjualan gabah atau beras hasil panen.  Pak Abas mengharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan berupa mesin pengering dan penggiling padi agar kelompok tani dapat menjual hasil panennya langsung ke pasar tanpa melalui tengkulak karena dengan bantuan tersebut hasil panen dapat diproses sendiri dan akan memiliki daya simpan yang lebih panjang.

Selain mengunjungi Kelompok Tani Maju, BPTP Jakarta juga mengunjungi Balai Penyuluh Pertanian Sukapura, Rorotan untuk berdiskusi dengan penyuluh mengenai pengaturan air irigasi demi memenuhi kebutuhan air petani padi di Rorotan, Jakarta Utara secara merata. Kegiatan ini disamping untuk memenuhi tujuan jangka panjang menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045 juga menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan beras warga provinsi DKI Jakarta sendiri.