JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor – Indonesia kaya akan keberagaman Sumber Daya Genetik (SDG), baik itu tanaman maupun peternakan. Keberagaman ini harus terus dilestarikan sebagai warisan kekayaan hayati Indonesia. Kekayaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini, jika tidak dilestarikan akan terancam punah.

Sejalan dengan itu, Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) mengadakan Rapat Koordinasi Konsorsium Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal pada 1-2 Februari 2018 di Bogor. Kegiatan ini dibuka oleh Ka Balitbangtan, Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S.

Dalam arahannya, Ka Balitbangtan menyampaikan bahwa kegiatan pengelolaan SDG bukan hanya meng-collect sumber daya genetik yang ada, bukan hanya pada wacana mengenai keprihatinan kehilangan SDG lokal, tetapi harus beranjak pada pemanfaatan SDG tersebut. Peran nyata kegiatan pengelolaan SDG dapat diarahkan pemanfaatannya pada tanaman sumber karbohidrat. Jangan lagi berfikir kalau pangan pokok atau sumber karbohidrat bertumpu pada padi karena padi merupakan sumber karbohidrat yang palig rentan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Sehingga melalui kegiatan Pengelolaan SDG ini, dapat dihadirkan sumber karbohidrat yang dapat mensubstitusi padi.

Konsorsium SDG harus berdampingan dengan teknologi perbanyakan benih atau bibit, sehingga ketika di-launching sudah menjadi satu paket dengan teknologi perbanyakan. Ka Balitbangtan sangat menekankan teori momentum, yaitu harus memanfaatkan momentum yang tepat, tidak berlambat-lambat karena kita sekarang berada di era yang sangat dinamis. Saat varietas lokal dilepas dan dicari oleh pasar, maka sudah tersedia dan siap. Lebih lanjut Ka Balitbangtan menegaskan bahwa momentum bergerak sangat cepat, maka kita pun harus bergerak cepat. Jangan lagi bicara mengenai potensi, tapi sudah harus mentransformasi potensi sumber daya genetik menjadi potensi ekonomi.

Kegiatan Konsorsium ini membahas beberapa hal, diantaranya Konservasi SDG dan pemanfaatannya untuk Pemuliaan, Peran BPTP dalam Pengelolaan SDG dan Pemuliaannya di daerah, Pendaftaran dan Perlindungan Varietas Tanaman, Aplikasi Marka Molekular Gen-gen Pengendali Karakter Mutu pada SDG Lokal Tanaman Tahunan, Analisis Sidik jari dan Alele Mining SDG Lokal Tanaman Pangan, dan Penerapan Digital Object Identifier (DOI) untuk Pengelolaan Koleksi SDG Padi. Kegiatan ini dihadiri oleh para penanggung jawab kegiatan SDG dari 33 BPTP dan 1 Loka Pengkajian, Kepala Pusat Penelitian, Kepala BB Biogen beserta jajarannya, serta para narasumber.