JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Mendung menggelayut di langit DKI Jakarta Jumat pagi ini, 19 Januari 2018. Dinginnya hawa pagi juga terasa, namun mulai menghangat setelah senam pagi bersama mengawali acara kegiatan panen di lahan Sawa Abadi milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta. Hadir di sana segenap pimpinan dan staf sektor Pertanian di enam wilayah DKI Jakarta dan wilayah pusat, Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Timur, serta tidak ketinggalan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta.

Panen kali ini dilakukan seluas 2 Ha untuk padi varietas Mekongga, dan seluas 1,7 Ha untuk Inpari-22. Benih yang digunakan masih merupakan label putih, sehingga produk yang dihasilkan masih merupakan benih yang dapat dipergunakan kembali sebagai sumber benih kualitas berlabel (ungu) oleh petani padi di wilayah. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan standar sistem budidaya, meskipun komponen budidaya lainnya belum diaplikasikan secara penuh.

Kondisi serangan organisme pengganggu tanaman pada musim tanam di lahan ini cukup tinggi, khususnya wereng, pada umur 28 hari setelah pindah tanam. Aplikasi pestisida sintetik dilakukan mulai fase penyemaian hingga masuk fase generatif, hingga 6-7 kali. Akibat beberapa kendala tersebut, maka hasil pengubinan untuk var. Mekongga baru sebesar 3,52 ton/Ha, sedangkan var. Inpari-22 masih menunggu beberapa waktu lagi untuk penghitungannya.

Sawah Abadi merupakan lahan milik DKPKP, dibawah pengelolaan Balai Benih Induk (BBI). Produksi benih yang diperoleh akan diberikan kepada petani wilayah DKI Jakarta dalam rangka introduksi dan penyebaran inovasi teknologi, khususnya varietas unggul. Selain melakukan panen padi dalam rangka penyedian benih, juga dilakukan penyerahan benih padi varietas Inpari-32 dan Inpara-5  dari BPTP Jakarta kepada BBI sebagai upaya diseminasi inovasi teknologi. Semoga kerjasama yang baik terus berlanjut antar instansi di bawah lingkup Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.