JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor – Balitbangtan selama 2 hari (16-17 Januari) menggelar Raker yang bertemakan “Konsolidasi Manajamen Kegiatan Tahun 2018 Untuk Pemantapan Peran Inovasi Mendukung Percepatan Capaian Sasaran Kementan”. Kegiatan yang digadiri oleh seluruh jajaran pimpinan UK/UPT lingkup Balibangtan ini diselenggarakan di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, dan dibuka oleh Kepala Balitbangtan.

Disampaikan pada Raker tersebut salah satu hasil dari Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Kementan, dimana semua Eselon 1 secara eksplisit menyampaikan permintaan untuk menggunakan produk Badan Litbang. Bahkan KPK juga menyampaikan bahwa Eselon I lain belum menggunakan produk/teknologi hasil Badan Litbang.

Balitbangtan harus dapat meyakinkan pihak luar bahwa dengan inovasi pertanian (Badan Litbangtan), tidak ada musim Paceklik, sepertipenggunaan teknologi Jarwo super, menanam di bawah naungan, teknologi lahan kering, teknologi lahan rawa, dll.

Balitbangtan telah menghasilkan banyak teknologi, dan pemanfaatan hasil-hasil teknologi tersebut harus dimanfaatkan. Balitbangtan harus berdiri paling depan untuk menghasilkan teknologi. Saat ini jagung sudah tidak import. Harga jagung pun sudah normal. Balitbangtan harus dapat menujukkan hasil teknologi untuk bawang merah dan menangani panen bawang merah saat hujan. Kegiatan diseminasi harus mencari momentum yang paling tepat. Misal saat produksi bawang merah anjlok demfarm Balitbangtan panen. Dengan demikian, penelitian dan diseminasi menjadi seirama.

Dalam Rakernas Menteri Pertanian mengingatkan Balitbangtan agar menghasilkan produk yang sarat dengan teknologi, harus ada pencirinya yang membedakan dengan hasil yang diperoleh Petani. Teknologi harus ada aspek ekonominya sehingga terwujud efisiensi dalam penerapannya. Saat ini perlu refokusing manfaat penelitian.