JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- (28/12/17) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta telah menyelenggarakan Seminar Hasil Kegiatan Litkaji dan Strategis 2017, yang bertempat di Aula BPTP Jakarta. Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian 5 wilayah DKI Jakarta, Pihak Swasta, Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan Teknologi Peternakan dan Pengujian Hasil Mutu Peternakan, Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, kalangan Akademisi dari berbagai Universitas di wilayah Jakarta, serta Peneliti/Penyuluh BPTP Jakarta.

Kegiatan seminar ini dibuka oleh Kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si. Dalam pembukaannya, Kepala BPTP Jakarta menyatakan apresiasinya untuk seluruh tamu undangan dan peserta yang telah hadir, serta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BPTP Jakarta atas kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. Adapun harapan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu dapat diperolehnya berbagai masukan untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa mendatang, serta diharapkan dapat terjalin kerjasama yang lebih intensif lagi antara BPTP Jakarta dengan berbagai instansi terkait di lingkup Pemda DKI Jakarta, untuk sama-sama bersinergi membangun wilayah. Kegiatan ini juga merupakan ajang untuk menjaring umpan balik dari berbagai stakeholder, baik atas kegiatan yang sudah dilaksanakan maupun informasi kebutuhan teknologi di setiap wilayah, sehingga kegiatan yang dilaksanakan akan lebih berdaya guna dan hasilnya dapat diadopsi oleh stakeholder terkait.

Seminar hasil kegiatan litkaji dibagi menjadi lima sesi. Materi hasil kajian pada tahun 2017 yang disampaikan dalam seminar ini antara lain: (1) Kajian Teknologi Pembibitan Kelinci Pedaging di DKI Jakarta, (2) Kajian Diversifikasi Olahan Kulit dan Daging Kelinci, (3) Aplikasi Vinegar Air Kelapa sebagai Pengganti Formalin untuk Memperpanjang Umur Simpan Pangan Olahan dan Segar di Provinsi DKI Jakarta, (4) Perbenihan dan Budidaya Okra Skala Rumah Tangga di Perkotaan, (5) Kajian Penangaan, Pengemasan dan Pengolahan Okra Skala Rumah Tangga, (6) Pengkajian Sistem Pengomposan Limbah Organik dan Pemanfaatannya dalam Mendukung Budidaya Sayuran di Kepulauan Seribu, (6) Model Pengembangan Pertanian Bioindustri di DKI Jakarta, (7) Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman di DKI Jakarta, (8) Rekomendasi Kebijakan Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta, (9) Pendampingan Pengembangan Komoditas Utama Kementerian Pertanian, (10) Peningkatan Komunikasi, Koordinasi  dan Diseminasi Inovasi Pertanian di Provinsi DKI Jakarta, (11) Kajian Proses Penanganan dan Pengolahan Kelor sebagai Pangan Fungsional, (12) Kajian Teknologi Pembibitan dan Budidaya Kelor dalam Pot di Perkotaan, (13) Kajian Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Bahan Pakan Ternak Kelinci di DKI Jakarta, (14) UPSUS SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting).

Peserta seminar begitu antusias menyimak hasil-hasil kegiatan pengkajian tahun 2017 dan umumnya menyatakan bahwa informasi hasil-hasil kajian seperti yang disampaikan dalam seminar ini sangat diperlukan. Untuk selanjutnya perlu dilakukan penyebaran hasil kajian dimaksud agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.