JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kali ini liputan panen padi, tanggal 25 Desember 2017,  dilakukan di wilayah administratif Jakarta Barat, tepatnya di kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres. Lokasi ditujukan di lahan milik Kelompok Hizbul Waton, yang memiliki luas tanam baku 40 Ha. Panen dilakukan oleh petani dan diikuti oleh Peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta. Varietas yang ditanam adalah varietas lokal dari Indramayu, yaitu Cibatu. Panen di lahan ini dilakukan sejak tanggal 10 Desember lalu, dan diperkirakan berakhir di pertengahan Januari 2018. Setiap hari panen dilakukan dengan kisaran luas lahan 1,5-3 Ha. Berdasarkan hasil pengubinan, diketahui provitas panen padi musim tanam ini rata-rata adalah 6,5 -7 ton/Ha gabah kering panen (GKP) dengan kadar air 18-20%.

Hampir sama dengan petani di wilayah Jakarta lainnya, petani kelompok ini pun mengadopsi komponen paket teknologi budidaya disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sebagai contoh penggunaan  varietas Cibatu, merupakan varietas yang dinilai memberi nilai lebih karena karakteristik tanamannya yang relatif adaptif dari serangan hama burung. Daun bendera yang tumbuh tegak dapat menyulitkan burung untuk hinggap dan mengambil bilir padi. Sedangkan untuk hama-hama lain seperti keong ataupun hama putih dan putih palsu, petani biasanya mengaplikasikannya jika serangan dinilai tinggi. Kecuali untuk keong mas, biasanya merupakan hama rutin, dilakukan pengendalian sejak awal saat olah lahan. Pola tanam jajar legowo juga sudah dilakukan meskipun masih dalam jumlah barisan lebih dari empat (lebih dari 4:1). Penggunaan pupuk juga masih berdasarkan kebiasaan, belum berdasarkan hasil pengukuran menggunakan perangkat uji cepat tanaah sawah (PUTS). Penggunaan bibit padi pun menggunakan bibit berusia 20-25 hari setelah semai.

Namun sedikit berbeda dengan petani di Jakarta Utara, petani padi d jakarta Barat musim tanam ini memperoleh harga beli gabah yang lebih kecil, yaitu Rp. 420.000,-/kuintal. Hal tersebut dikarenakan petani telah terikat dengan pedagang pengumpul melalui pemberian modal tanam. Pada kesempatan ini, BPTP sekaligus juga memperkenalkan varietas baru, yaitu Inpari-32 dan Inpara-5, yang rencana akan ditanam pada musim tanam berikutnya. Diharapkan varietas baru ini dapat diminati dan dikembangkan. Semoga hari yang cerah ini akan terus diiringi kecerahan hasil panen padi petani di Jakarta Barat.