JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Panen  bulan ini diakhir bulan Desember Tahun 2017 merupakan panen yang sukses bagi Pak Dursana, salah satu anggota Kelompok Tani Maju yang hari ini panen.  Dengan luasan 3 ha sawah garapanya,  yang sekarang panen sekitar 1,1 ha, selebihnya telah di panen terlebih dahulu bulan November.

Tanaman padi sawah yang sekarang di panen, 1 ha varietas IR 42 sedang sisanya 0.1 ha di tanam padi ketan lokal dengan nama padi Grendel.  Dursana sangat jeli dalam memilih varietas tanaman dapat melihat peluang, didukung oleh hari yang bersahabat tidak ada mendung sedikitpun, padi dapat di panen tanpa kendala cuaca.

Perkiraan hasil padi IR 42 bisa mencapai 6 ton/ha GKP dengan kadar air 18 %, hasil ini cukup tinggidibanding tahun lalu, karena kelangkaan padi ini jarang ada yang tanam kecuali sudah mempunyai pasar, harga bisa melebihi  harga pasaran.


Diantara ratusan ha padi Inbrida ada terselip pertanaman padi ketan seluas seribu meter, padi ini di bawa dari asal petani itu domisili yaitu Subang, sama dengan yang di Jakarta Barat varietas lokal yang di bawa dari petani asalnya di Indramayu yaitu padi Cibatu. Ternyata harga padi ketan yang di tanam ini juga mempunyai harga yang cukup mahal, padi basah dihargai Rp. 900-1,2 juta/ kw.  Padi ini pun berpotensi untuk dikembangkan di Jakarta.

Inpari 32 masih tetap unggul bila di lihat dari visual tanaman, ketahanan hama penyakit dan provitas per ha, kelemahanya menurut para petani ketahanan dalam bentuk nasinya yang kurang atau menurut mereka cepat basi mudah berair.

Sepertinya mencari yang sempurna sangat sulit tapi mendekati kesempurnaan itu bisa, Inpari 32 telah terbukti di pertanaman sawah Jakarta.  Perlunya koordinasi mengenai pola tanam, penanganan hama penyakit yang terpadu,  Pemupukan yang tepat serta perlunya FGD ygsering di lakukan di persawahan. Jakarta juga sanggup dalam menyokong ketahanan yang berkelanjutan.