JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Himpitan gedung gedung pencakar langit, deru mesin kedaraan dan rencana pembangunan yg seakan tak pernah berhenti. Gemerlap Jakarta yang tak pernah teridurberkejaran dengan waktu. Namun di tengah itu semua Traktor masih setia membalik lahan sawah, petani masih bertanam padi seakan tak berpengaruh dengan semua hiruk pikuk kota besar, Ibu Kota Indonesia Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Tak perlu banyak bertanya seberapa luas lahan sawah yang ada, yang pasti mereka masih eksismemelihara warisan turun temurun nenek moyang bercocok tanam padi, kalo bukan petani siapa lagi yg menjaga kelestarian dan ke berlanjutan dalam memproduksi padi. Tidak itu saja tanaman ini pun menyumbang oksigen yg banyak untuk kebutuhan warga Jakarta.

Tiga wilayah Jakarta, Jakarta Barat, Timur dan Utara masih bisa panen diawal Desember diakhir tahun 2017 ini, dan awal Januari 2018, provitasnya pun cukup tinggi 4- 5 ton/ha, ini menandakan Produksi padi di Jakarta masih bisa di perhitungkan. Dengan luas 500 ha setidaknya jakarta punya stock gabah kering pungut 250 ton gabah di tahun 2018.

Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya masih diharapkan dalam menunjang swasembada pangan yang berkelanutan, yang di dengungkan pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Jaya BPTP Jakarta.