JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Mengembangkan pertanian perkotaan memang membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar, selain itu dukungan dari berbagai pihak pun mutlak dibutuhkan supaya terwujud keberlanjutan. Pada prinsipnya, pertanian perkotaan dapat dikatakan sebagai upaya dalam memanfaatkan ruang atau lahan yang masih ada di perkotaan meliputi pekarangan, lahan tidur, atap bagunan, tembok/dinding guna menghasilkan produk-produk pertanian. Guna mendiseminasikan pertanian perkotaan di wilayah Jakarta, BPTP Jakarta menggandeng beberapa organisasi perempuan di Jakarta seperti PKK provinsi DKI Jakarta, Persit Kartika Chandra Kirana, Aisiyah, Majlis Taklim NU, IKKT (Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI), KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia), IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), serta organisasi perempuan lainnya.

Dalam rangka memberikan bekal kepada praktisi pertanian perkotaan, BPTP Jakarta pun memberikan pelatihan kepada perwakilan dari Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya, Aisiyah, IKKT (Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI), serta KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia). Pelatihan ini dibuka oleh Kepala BPTP Jakarta, yaitu Ir. Etty Herawati, M.Si. Adapun materi yang disampaikan meliputi Hidroponik Mendukung Pertanian Perkotaan yang dibawakan oleh Ir. Emi Sugiartini, MP, selain itu materi tentang Budidaya Cabai di Perkotaan oleh Ir. Usmiza Astuti, M.Si serta materi Pengendalian OPT Cabai oleh Susi Sutardi, SP.

Secara garis besar, tahapan dalam melakukan budidaya hidroponik antara lain a) persiapan alat dan bahan hidroponik (rock wool, net pot, media tanam, benih/bibit, nutrisi), b) setting penanaman, penyemaian, pindah tanam, c) pembuatan larutan nutrisi (sesuaikan dengan jenis tanaman), d) pemeliharaan tanaman (pengukuran ppm, penambahan larutan), e) pemanenan. Satu hal lagi yang penting untuk diperhatikan adalah larutan nutrisi harus tepat jumlah dan komposisi ion nutrisi, hal ini dikarenakan setiap tanaman membutuhkan nutrisi yang berbeda-beda.

Materi pun dilanjutkan dengan Budidaya Cabai dan Penanganan OPT Cabai, disebutkan bahwa cabai merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh baik meskipun ditanam dalam polybag atau pot, asalkan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Dalam berbudidaya cabai ada proses pewiwilan atau pembuangan tunas air yang tidak produktif, sehingga nantinya tanaman cabai hanya mempunyai cabang utama yang berbentuk seperti huruf “Y”. Tujuannya adalah agar nutrisi dapat terfokuskan pada pertumbuhan cabang utama, bunga dan buah sehingga diperoleh jumlah produksi yang maksimal. Adapun hama utama pada cabai meliputi thrips, kutu daun, kutu kebul, dan lalat buah, sedangkan penyakit utama pada tanaman cabai diantaranya penyakit rebah kecambah, penyakit layu fusarium, penyakit layu bakteri, penyakit busuk fitoftora, penyakit keriting daun, penyakit virus kuning Gemini, dan penyakit buah antraknosa. Strategi pengendalian secara umum yang dapat dilakukan meliputi a) sanitasi, menjaga kebersihan dan kelembaban lingkungan, b) menggunakan benih sehat dan unggul, c) rotasi dan tumpangsari, d) pengaturan penyiraman atau system irigasi, e) pemupukan berimbang, f) penggunaan mulsa, g) pengaturan jarak tanam, h) penggunaan musuh alam dan i) penggunaan pestisida.

Pelatihan kali ini pun dilengkapi dengan praktek budidaya cabai dan hidroponik, yang dibimbing oleh M.Nur, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan teori yang telah diperoleh. Agenda selanjutnya adalah pembuatan smootie kelor yang bercita rasa green tea. Minuman sehat ini merupakan alternatif olahan yang berbahan baku kelor. Di akhir pelatihan, peserta pun dibekali sepuluh bibit tanaman cabai per orang untuk ditanam di rumah atau di lingkungannya masing-masing. Pelatihan pertanian perkotaan ini dapat dikatakan paket lengkap karena mengupas tuntas mulai dari budidaya sampai dengan pasca panennya. Semoga ilmu yang telah disampaikan bermanfaat. Salam.