JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta - Berbicara masalah cabai, seakan tidak pernah ada habisnya. Tercatat oleh BPS bahwa salah satu yang berkontribusi tehadap inflasi pada bulan Oktober 2017 adalah kenaikan harga cabai. Beberapa permasalahan cabai yang dapat dikatakan terus berulang dari waktu ke waktu diantaranya adalah pasokan yang tidak stabil, sehingga menyebabkan naiknya harga karena demand tidak diimbangi dengan cukupnya supply. Pasokan cabai yang fluktuatif ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu cuaca yang ekstrim sehingga terjadi gagal panen, mewabahnya hama dan penyakit pada tanaman cabai sehingga mengurangi produksi. Selain itu, permasalahan lainnya adalah gaya konsumsi masyarakat Indonesia yang lebih menyukai cabai segar dan masih enggan untuk menggunakan produk cabai olahan.

Menjadi salah satu terobosan oleh Kementan dalam menyikapi berbagai permasalahan diatas adalah menggerakkan setiap rumah tangga untuk berbudidaya cabai, sehingga minimal kebutuhan konsumsi cabai keluarga dapat dipenuhi sendiri. Oleh karena itu, pada tahun 2017, BPTP Jakarta diberikan tanggung jawab untuk mendistribusikan bibit-bibit cabai kepada masyarakat, mulai dari PKK Provinsi DKI Jakarta, organisasi-organisasi perempuan seperti IKKT (Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI), Persit Kartika Chandra Kirana, KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia), serta organisasi masyarakat lainnya. Kali ini, BPTP Jakarta memberikan pelatihan kepada perwakilan anggota dari Yayasan Himpunan Daiyah dan Majlis Ta’lim Muslimat Nahdlatul Ulama (HIDMAT MNU) Pusat, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang.

Pelatihan ini dibuka oleh Syarifah Aminah, M.Si selaku Kasie KSPP (Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian), sedangkan materi yang disampaikan meliputi Budidaya Cabai di Perkotaan yang disampaikan oleh Susi Sutardi, SP, materi tentang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Cabai yang disampaikan oleh Dr. Ana Feronika. Selain materi tersebut, disampaikan pula materi tentang Pertanian Perkotaan yang disampaikan oleh Ir. Emi Sugiartini, MP. Pelatihan ini pun dilengkapi dengan praktek menanam cabai serta hidroponik skala rumah tangga sebagai salah satu bentuk pertanian perkotaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Dan sebelum pelatihan diakhiri, peserta pelatihan pun diajak untuk mengicipi jus sehat yang berbahan baku sayuran yaitu sawi/pakchoy tapi bercita rasa alpukat. Selain mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran sehat, juga dimaksudkan agar masyarakat mau menanam sayuran sendiri dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong yang ada di sekitar rumah.

Di penghujung pelatihan, para peserta pun dibekali dengan bibit cabai yang telah siap pindah tanam untuk ditanam di rumah. Harapannya, para peserta pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, selain itu juga dapat menyampaikan serta menyebarluaskan kepada masyarakat lain di sekitarnya, sehingga usaha dalam mengatasi permasalahan cabai ini pun lambat laun akan terlihat hasilnya. Salam…