JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Tingginya penggunaan formalin dan boraks sebagai pengawet makanan karena harganya yang relative murah dan mampu meningkatkan kualitas umur simpan suatu makanan, padahal formalin biasanya digunakan sebagai pembunuh hama, pengawet mayat, bahan desinfektan pada industry plastik, busa, kayu, dan resin untuk kertas. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengganti formalin sebagai pengawet makanan. Vinegar air kelapa dipilih menjadi alternatif pengganti formalin dikarenakan vinegar sebagai sumber pengawet alami mempunyai keunggulan dalam hal flavor yang alami sehingga produk yang diawetkan mempunyai karakteristik aroma yang lebih baik. Asam asetat yang dihasilkan olehvinegar mempunyai kemampuan yang sama dengan asam asetat yang berasal dari bahan kimia sehingga berpotensi digunakan sebagai pengawet alami. Vinegar air kelapa sebagai pengawet alami mampu meningkatkan umur simpan produk pangan olahan (tahu) dan pangan segar (ayam potong) sehingga produk pangan yang dihasilkan aman dan sehat dikonsumsi masyarakat.

Pada bulan Desember 2017 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta dan Balai Besar Pasca Panen telah menguji lapang vinegar di produsen dan pedagang ayam dan tahu di pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan dan di  pasar kecamatan Cengkareng serta Kalideras, Jakarta Barat.

Uji lapang didampingi oleh penyuluh lapang pertanian danpe ternakan. Produsen dan konsumen tahu dan ayam sangat antusias mengikuti uji lapangini. Mereka berharap teknologi vinegar dapat menggatikan formalin sebagai bahan pengawet pengganti formalin. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, pada tanggal 15 Desember 2017 akan dilakukan sosiaisasi teknologi vinegar  diprodusen tahu se-Jakarta di Jakarta Utara.