JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Indonesia sebagai negara dengan keragaman sumber daya genetik terbesar kedua di dunia harus mulai mengelola SDG-nya dengan sangat baik. Kepala Balitbangtan menekankan pentingnya perlindungan varietas unggul lokal dan pengelolaannya agar mendatangkan manfaat secara ekonomi dari sumber daya hayati tersebut untuk kemaslahatan masyarakat.

Jakarta sebagai kota dengan tingkat penggerusan sumber daya genetik yang tinggi, masih menyimpan keragaman tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan.  Salah satunya adalah pisang berwarna ungu.  Dari sekian banyak pisang yang ada, pisang ungu memiliki daya tarik karena warna buahnya yang berbeda dengan buah pisang pada umumnya.  BPTP Jakarta bekerja sama dengan Yonif 201 melakukan karakterisasi awal terhadap pisang ungu pada Kamis, 9 Desember 2017.  

Karakterisasi pisang ungu:  Tanaman dengan batang semu memiliki tinggi 3 – 3,5 m, batang berbentuk silinder dengan kulit batang berwarna ungu gelap dan jumlah anakan mencapai 7.  Daun pisang ungu memiliki panjang daun 280 cm, lebar 94 cm. Daun berwarna hijau dengan tepi daun berwarna ungu dan tangkai pelepah daun berwarna hijau dengan semburat ungu yang kuat. Bunga betina memiliki panjang 18 cm, diameter 8,07 cm dan berat 422 g. Ciri khas yang tampak pada pisang ini adalah warna buahnya yang ungu tembaga.  Jumlah sisir dalam satu tandan tidak banyak, 3-4 sisir.