JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Pramuka -- Pelaksanaan program Upsus SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) yang digelar oleh Kementerian Pertanian tetap menjadi pusat perhatian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta meskipun Provinsi DKI Jakarta bukan merupakan daerah pertanian. Sapi perah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta telah eksis semenjak era penjajahan kolonial Belanda. Ada dua Wilayah Kota yang menjadi fokus dan pusat kegiatan SIWAB ini yaitu di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.  Selama kegiatan berjalan berbagai kendala muncul di lapangan dan berpotensi dapat menghambat kelancaran kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan temu koordinasi dan evaluasi pelaporan SIWAB DKI Jakarta  untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program Upsus SIWAB yang telah dilakukan, mengevaluasi kendala dan permasalahan yang dihadapi, serta menyususn soslusi dan strategi untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan dan keberlangsungan program di tahun 2018 mendatang.

Rapat koordinasi dan evaluasi pelaporan SIWAB DKI Jakarta ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember  2017 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Dalam kesempatan ini Bupati Kepulauan Seribu, Jakarta, Drs. Irmansyah, M.Sc berkenan memberikan ucapan selamat datang (welcome speech) kepada para peserta Rapat koordinasi dan evaluasi pelaporan SIWAB DKI Jakarta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta mewakili Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari  Suku Dinas dan UPT lingkup Dinas KPKP yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan Provinsi DKI Jakarta, inseminator serta Tim pendampingan upsus SIWAB BPTP Jakarta.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir. Etty Herawaty, MSi (kepala BPTP Jakarta) dengan topik Permasalahan upsus siwab 2017 dan kiat mensukseskan upsus siwab 2018 DKI Jakarta; Drh. Maidaswar, M.Si. (Sekretariat Pokja Upsus Siwab, Ditjen PKH, Kementan RI) dengan topik Progres Upsus SIWAB Nasional.   

Capaian IB kumulatif DKI Jakarta dari 1 Januari sampai dengan 24 November 2017 sebesar 1049 dari target 1424 yang berarti sebesar 73,67%. Hasil ini masuk dalam sepuluh besar BPTP dari 34 BPTP. Adapun target bunting sebesar 1.068 dpt terlampaui menjadi sebesar 1.159 yang berarti 108%. Untuk tahun 2018 akan ditingkatkan kinerja aparat dalam mensukseskan program ini, utamanya keterlibatan aktif para inseminator. Hal yang sangat mendapat perhatian untuk diperbaiki adalah pencatan atau recording masing-masing sapi dengan mengaktifkan kembali lagi sistim pencatatan melalui kartu ternak yang harus diisi setiap kali ada kejadian atau tindakan terhadap ternaknya. Dengan recording yang rapih akan memudahkan dalam hal monitoring pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi dan pelayanan reproduksi.