JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Jakarta, (23/11/2021) , Tim BPTP Jakarta melewati zona elit Cibubur dan memasuki Kawasan Peternak Sapi Perah Pondok Ranggon yang nampak berupa Perumahan Asri dari depan namun terisi penuh dengan kandang sapi yang cukup luas di halaman belakangnya. Masing-masing rumah tersebut memiliki sekitar 40 s.d. 70 ekor sapi perah yang hasilnya diolah menjadi berbagai olahan susu sapi seperti susu segar, yoghurt dan keju mozzarella. Hasil perahan susu sapi ini dapat memenuhi kebutuhan akan susu sapi segar untuk wilayah Jakarta Timur khususnya. 
 
Pada tahun 2017, BPTP Jakarta memulai kegiatannya di lokasi tersebut melalui program SIWAB. Kemudian dilanjutkan dengan SIKOMANDAN pada tahun 2019 s.d. 2020. Pada program pendampingan SIKOMANDAN diintroduksikan beberapa teknologi pakan seperti Minoxvit dan Bioplus pedet. Kelompok peternak yang diwakili oleh Bapak Hafiz menyampaikan hasil positif penambahan Bioplus Pedet yang dapat menekan angka kematian anak sapi khususnya pada 3 bulan pertama. Secara tidak langsung teknologi pakan Bioplus ini dapat mengurang pengeluaran peternak untuk membeli indukan baru karena indukan bisa didapatkan dari anak sapi yang dibesarkan. Namun, kelompok peternak ini tetap mengharapkan teknologi yang lebih praktis lagi seperti blok pakan yang awet dengan nutrisi yang mencukupi.
 
Ketua Satlak Cipayung, ibu Risa menyampaikan bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh peternak adalah pada teknologi peningkatan kualitas dan produksi susu perah. Hal tersebut didukung oleh Bapak Hafiz selaku Sekretaris Kelompok Peternak Sapi Perah Pondok Ranggon yang menyampaikan bahwa hal tersebut akan bergantung pada pakan yang diberikan. Untuk itu sangat diharapkan mendapat solusi terkait penyediaan hijauan pakan ternak mengingat terbatasnya areal tanam di Jakarta.