JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Jakarta -- Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian telah merilis teknologi inovatif Sistem Informasi Standing Crop 2.0 (SISCrop 2.0) pada 18 Oktober 2021. Sistem Informasi ini memberikan data dan informasi Fase Tumbuh Tanaman dan Estimasi Produksi Padi. Sehubungan dengan hal tersebut BBSDLP Kembali menggelar tatap muka dengan beberapa stake holder terkait pada hari Rabu, 27 Oktober 2021 dalam rangka FGD untuk menajamkan pemanfaatan SISCrops 2.0.
 
Acara dihadiri secara daring dan luring oleh beberapa pejabat structural dari Badan pusat Statistik, Kemenko Marves, Kemenko Perkonomian, Kementerian ATR-BPN, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Kepala Biro Humas dan Informasi public Kementan, Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi tematik BIG, LAPAN BRIN, IPB, UGM, UNAND, UNSRI, UNBRAW, UNHAS, Univ. Lampung Mangkurat, Ketua Umum HITI, Ketua Umum HGI, Ketua Umum PERAGI, Ketua Umum PERHIMPI, Tim Gugus Tugas Standing Crop, dan peneliti di linkup Balitbangtan.
 
FGD diawali dengan penyampaian sambutan oleh Ka. BBSDLP (Dr. Husnain,MP., M.Sc.), dilanjutkan arahan dari Ka. Balitbangtan (Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.). Agenda selanjutnya berupa pemaparan beberapa materi yang dibagi menjadi dua sessi. Sessi pertama dimoderatori oleh Dr. Ir. Haryono, M.Sc. dengan pembicara Dir. STPHP (Dr. Kadarmanto, MA.), bertemakan Tantangan dan Peluang dalam Pengumpulan Data Produksi Pertanian. Adapun pembahas terdiri dari Asisten Deputi Pengelolaan DAS dan Konservasi SDA, Kemenko Marves (Moch. Saleh Nugrahadi, S.Si M.Sc., Ph.D.) dan Biro Perencanaan Kementan. Selanjutnya pada sessi kedua dengan dimoderatori oleh Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng dan beberapa pemateri yaitu tentang SISCrop 2.0 (Dr. Rizatus Shofiyati); Kebutuhan data AWR dalam mendukung Satu Data Pertanian (Ka. Pusdatin: Roby Darmawar, M.Eng.), dan Potensi Pemanfaatan Citra Satelit untuk Estimasi Produksi komoditas Pertanian (LAPAN-BRIN: Dr. Dede Dirgantara). Adapun sebagai pembahas terdiri dari beberapa perwakilan dari Perguruan Tinggi, da Ketua Perhimpunan Organisasi Profesi.
 
Adapun sebagai penutup, dilakukan pembacaan rumusan sementara oleh Prof. Sukarman dengan mrnitik beratkan harapan agar SISCrop ini dapat dipergunakan dalam penyempurnaan penyediaan data pertanian, khususnya padi, dan dapat dikembangkan lebih luas lagi untuk berbagai komoditas tanaman pangan dan hortikultra stategis. (AF)