JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Jakarta, (12/10/2021), semangat dan upaya yang dilakukan oleh poktan Terus Bersemi patut diapresiasi. Sejak Maret 2021, lahan seluas kurang lebih 220 meter persegi dibawah tol awalnya merupakan lahan non produktif yang disulap menjadi lahan hijau produktif. Dalam rangka mendukung kegiatan pertanian serta meningkatkan kapasitas anggota poktan Terus Bersemi, BPTP Jakarta menyelenggarakan Bimtek Optimalisasi Budidaya Sayuran di Lahan Terbatas. 
 
Kesempatan kali ini, Lurah Kelurahan Warakas, Makhrus Nugroho D, S.IP menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-sebesarnya kepada BPTP Jakarta yang telah mendukung dan mendampingi poktan, harapannya tidak hanya poktan ini saja tapi juga dapat sharing di wilayah lain. 
 
Selanjutnya apabila pertanian di masing-masing RT sudah maju, melimpah produksinya maka kita tidak perlu impor lagi sehingga akan terwujud ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga. Dalam hal ini Lurah Warakas pun berpesan kepada anggota poktan untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang belajar, bertukar pengalaman. Ke depan, para anggota yang telah mengikuti bimtek ini dapat naik jenjang lagi menjadi penyuluh swadaya yang nantinya mampu mengajarkan ilmunya kepada masyarakat sekitar. 
 
Dalam arahannya, Kepala BPTP Jakarta yang diwakili oleh Wylla Silvia Maharani, SP, MM selaku LO, menyampaikan bahwa melalui pelaksanaan bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kooperator dalam berbudidaya sayuran di lahan terbatas, sehingga nantinya akan diperoleh hasil panen yang optimal. 
 
Adapun materi Bimtek dengan judul Teknologi Budidaya Sayuran di Lahan Terbatas disampaikan oleh Ikrarwati, SP, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) menyampaikan bahwa di lokasi poktan Terus Bersemi masih membutuhkan bahan organik, maka penting untuk menambah pupuk kandang terlebih dahulu sebelum  dibuat bedengan. Salah satu SOP penting dalam berbudidya tanaman bawang merah yang harus diperhatikan adalah pemupukannya mulai dari pemupukan dasar, pemupukan pertama yaitu 14 hari setelah tanam, dan pemupukan ketiga yaitu 30 hari setelah tanam. 
 
Materi tentang Budidaya Tanaman Sayuran Merambat oleh Ferdi Isnan, SP, M.Si disampaikan bahwa salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah semut sehingga memerlukan perlakuan khusus pada benihnya. Sedangkan, materi tentang Pengenalan OPT oleh Susi Sutardi, SP (Peneliti BPTP Jakarta) menyampaikan bahwa terdapat 4 prinsip pengendalian hama terpadu, meliputi budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, monitoring secara rutin dan pelatihan petani menjadi terampil.
 
Para peserta bimtek yg merupakan anggota poktan Terus Bersemi pun tidak hanya dibekali dengan materi saja namun juga praktek penanaman cabai sehingga peserta dapat langsung menerapkan materi yang telah diberikan. Yuk, manfaatkan lahan sekitarmu walau sejengkal.. salam (KM)