JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Sukamandi, (7/20/2021), bertempat di Balai Besar Penelitian Padi,  BPTP Jakarta melakukan penjaringan rekomendasi teknologi Budidaya padi di perkotaan. Tim BPTP Jakarta diterima oleh Kepala BB Padi Dr. Yudi Sastro, MP dan Koordinator KSPHP Dr. Suprihanto SP. MSi. 
 
Pada pertemuan tersebut dijelaskan Budidaya padi di perkotaan masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena padi di perkotaan tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, akan tetapi juga sebagai sarana edukasi dan rekreasi.
 
Produksi padi di lahan minimum pada prinsipnya akan sangat baik jika diterapkan metode intensifikasi untuk mengoptimalkan produksi. Salah satunya dengan melalui penerapan teknologi jarwo super. Metode Budidaya padi terintegrasi seperti teknologi mina padi juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan. Budidaya padi dengan metode hidroponik dan budidaya padi di dalam ember dapat menjadi pilihan khususnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. 
 
Pada saat yang bersamaan Juga dilakukan penyerahan benih padi diseminanasi varietas cakrabuana. Varietas ini memiliki keunggulan potensi produksi yang mencapai 10,2 ton/ha, tahan kekeringan , berumur pendek 104 hari setelah semai dan memiliki tekstur nasi pulen. (CRY)