JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta (28/09/2021),  telah dilaksanakan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang oleh peneliti dan tim program BPTP Jakarta. Kunjungan dalam rangka menggali hasil-hasil penelitian Balitsa untuk mendukung program BPTP Jakarta yang mempunyai tusi sebagai transfer teknologi dari Balit Komoditas kepada pengguna dalam hal ini petani dan masyarakat. 

Tim dari BPTP Jakarta dalam hal ini hadir Dra. Dyah Pitaloka, M.Si selaku Sub Koordinator KSPP dan Dr. Indarti Puji Lestari, SP., M.Si selaku Peneliti merangkap Sub Koordinator Program. Kedatangan BPTP Jakarta disambut oleh Astiti Rahayu, MP slaku Koordinator Pelayanan Teknik, Ima Amalia selaku staf Jasa Penelitian, Fauzi Haidar selaku Staf Jasa Penelitian dan Edi Sadikin selaku Kepala IP2TP Margahayu. 

Asti  Rahayu memaparkan Komoditas unggulan Balitsa antara lain adalah bawang merah, cabai, bawang putih dan kentang. Komoditas kentang dikembangkan varietas kentang untuk olahan dan sayur, saat ini yang tersedia adalah varietas kentang untuk dataran tinggi. Lebih lanjut Asti  menambahkan bahwa  bawang putih sedang dikembangkan di daerah Tawangmangu melalui kegiatan RPIK. Pengembangan bawang putih di Tawangmangu masih terbatas pada perbanyakan benih. 

Komoditas prioritas yang dikembangkan antara lain Buncis, Jamur, Kubis, Tomat, Kacang Panjang, Mentimun, Terung, Paria dan Sayuran Indigenous (labu, kenikir dll). Varietas unggul yang telah dilepas oleh Balitsa antara lain Kentang 33 varietas, Bawang Merah 24 varietas, Bawang Putih 4 varietas, Cabai 12 varietas, Tmat 10 varietas, Jamur Tiram 3 varietas, Jamur Kuping 1 Varietas, Buncis 6 varietas, Bayam Bayam 2 varietas, Mentimun 7 varietas, Kangkung 1 varietas, Kacang Panjang 3 varietas. Kentang sebagai bahan keripik telah dilepas yaitu varietas Ventury Agrihorti dan Atlantik Malang.

Bawang Merah sebagai komoditas unggulan banyak dikembangkan varietas yang tahan terhadap serangan hama penyakit antara lain Violetta dan Ambasador. Pada komoditas cabai dikembangkan varietas2 yang resisten terhadap hama penyakit tanaman, sebagai contoh Cabai Carle (cabai resisten lalat buah), Cabai Carvi (cabai resisten virus). Varietas Mentimun yang dihasilkan adalah Mentimun Hibrida dan Mentimun Non Hibrida. Untuk meningkatkan provitas pada komoditas Bawang Merah, Cabai, dan Bawang Putih, Balitsa telah mengembangkan Teknologi Proliga Bawang Merah, Cabai dan Bawang Putih. Proliga merupakan teknologi Produksi Lipat Ganda, melalui teknologi ini bawang merah mampu menghasilkan provitas lebih dari 40 ton/ha, pada cabai mampu menghasilkan provitas lebih dari 20 ton/ha, dan pada bawang putih mampu menghasilkan provitas lebih dari 25 ton/ha.

Untuk mendukung teknologi Proliga telah dihasilkan Teknologi Perbanyakan Bawang Merah dengan True Shallots Seed (TSS). Selain perbanyakan bawang merah, telah dikembangkan juga Teknologi Perbanyakan Benih Kentang Aeroponic. Untuk mendukung ketersediaan benih sayuran, Balitsa telah mengembangkan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang menghasilkan Benih Inti, Benih Penjenis, Benis dasar, Benih Pokok dan Benih Sebar. Benih-benih yang dihasilkan oleh Balitsa telah tersebar di Kelompok Tani, Perguruan Tinggi, Lisensi, Swasta, Pemda, BPTP, Koperasi.

Lebih Lanjut Asti menyampaikan masih banyak teknologi yang dihasilkan Balitsa yang bisa diakses melalui myAgri. MyAgri merupakan sistem informasi teknologi budidaya tanaman sayuran berbasis mobile. Sebelum mengakhiri kunjungan tim BPTP Jakarta diberikan kesempatan keliling kebun untuk melihat lokasi perbanyakan benih kentang, perbanyakan benih cabai, pengeringan bawang merah dan bawang putih, penyimpanan benih bawang merah dan bawang putih, dengan dipandu oleh Fauzi Haidar dan Edi Sadikin. Melalui penjaringan hasil- hasil penelitian Balitsa semoga memberi banyak manfaat kepada BPTP Jakarta dalam melaksanakan tusinya sebagai transfer teknologi Balit kepada para pengguna di wilayah DKI Jakarta.

Hijau bumiku jayalah negeriku .. (IPL)