JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta (29/9/2021), BPTP Jakarta kembali menggelar Temu Teknis Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan Seri 4 secara virtual dengan tema “Sukses Berternak Kambing di Perkotaan”. Kali ini Kepala BPTP Jakarta menyampaikan arahannya langsung dari lokasi kegiatan Hilirisasi Inovasi dan Teknologi Balitbangtan yang merupakan lokasi pertanian perkotaan terintegrasi, tepatnya di Jl. Terusan Bandengan No. 1 Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Lahan seluas kurang lebih 2 ha yang awalnya merupakan lahan tidur tidak produktif ini telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian perkotaan terintegrasi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari BPTP Jakarta bekerjasama dengan Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI) Pusat yang memiliki visi dan misi
sama untuk menderaskan inovasi teknologi Balitbangtan Kementerian Pertanian kepada pengguna akhir. Disebut terintegrasi, karena mempunyai dua makna, yaitu sistem usaha pertanian yang terintegrasi dan integrasi program/kegiatan antar instansi lintas sektor terkait. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal ini diperlukan kolaborasi antar instansi dan lintas sektor yang saling terkait yang masing-masing berkontribusi dalam bagian program/kegiatan di lokasi pengembangan tersebut.

Narasumber yang hadir pada Temu Teknis kali ini yaitu Ir. Syamsu Bahar, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) dengan materi “Budidaya Ternak Kambing di Perkotaan” dan Ir. Bagem Sofianna Br Sembiring (Peneliti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) dengan materi “Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Jamu Ternak”. Adapun peserta Temu Teknis kali ini bukan hanya berasal dari Jakarta saja, namun juga dari berbagai wilayah di Indonesia, baik dari Jakarta, Depok, Lumajang, Lampung Tengah, Mojokerto, Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat dan lainnya. Temu Teknis ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kegiatan Hilirisasi Inovasi dan Teknologi Pertanian serta merupakan langkah nyata Balitbangtan dalam menjaring kebutuhan dan mempercepat proses diseminasi inovasi. Berbagai upaya ditempuh agar inovasi dapat terus dihilirkan sehingga harapannya dapat segera diadopsi secara massal oleh stakeholder terkait.

Inovasi untuk bangsa, jayalah Pertanian Indonesia… (Maya)