JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta melaksanakan koordinasi dengan Balai Penelitian Tanaman Hias Sagunung Pacet, Cianjur, Jawa Barat pada Kamis, 23 September 2021.

Kedatangan BPTP Jakarta diterima langsung oleh Ronald Bunga Mayang, SP, M.Si (koordinator Jaslit), Dr. Fitri Rachmawati, SP, M.Si (Koordinator Program), dan Dr. Dedeh Kurniasih, SP, M.Si (Peneliti).

Kegiatan diawali dengan pengenalan aset dan kinerja Balithi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif terkait peluang-peluang pengembangan komoditas terkait tanaman hias sesuai karakteristik kinerja bidang pertanian untuk wilayah Jakarta yang identik dengan model Pertanian Perkotaan.

Emi Sugiartini, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) menyampaikan bahwa Jakarta telah mengembangkan berbagai tanaman buah, sayuran, dan tanaman hias. Sementara Dr. Ana Feronika, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) menambahkan informasi bahwa BPTP Jakarta perlu mengaktifkan kembali program terkait tanaman hias, yang sempat tertunda pengembangannya beberapa waktu terakhir. Program ini diharapkan dapat menjadi pemacu penyegaran dan menambah peluang usaha bidang pertanian perkotaan, mengingat aset-aset daerah yang sangat mendukung, terutama berupa infrastruktur produksi dan pasar.

Selanjutnya Dr. Dedeh Kurniasih, menyampaikan beberapa koleksi yang potensial dikembangkan di Jakarta selain anggrek adalah sedap malam, impatient, krisan dan beberapa tanaman hias daun lainnya. Untuk komoditas anggrek terutama terkait pengembangan perbenihan dan penangkaran. Begitu pula terkait peluang riset spesifik lokasi juga masih terbuka lebar, terutama terkait teknologi-teknologi yang adaptif untuk dataran rendah seperti modifikasi sistem naungan dan irigasi.

Sementara itu Dr. Fitri Rachmawati mengharapkan kerjasama antara kedua unit Balitbangtan ini dalam lebih melibatkan aset-aset daerah yang ada. Teknologi telah tersedia sehingga tinggal menyambungkan pada aspek implementasi dan pengembangannya. Simpul-simpul yang terputus agar dapat diatasi. Balithi siap untuk melakukan pendamping dari aspek teknologi.

Selanjutnya acara diakhiri dengan meninjau aset-aset yang tersedia di Balithi, mulai dari laboratorium, display teknologi berupa taman science dan kebun-kebun kokeksi tanaman hias.

Semoga upaya penjaringan informasi ketersediaan teknologi dan penelusuran titik ungkit pengembangan diseminasi ini menjadi langkah awal yang tepat untuk menyegarkan kembali dunia florikultura di DKI Jakarta.

Salam semangat pengembangan smart-farming Indonesia...