JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Para pencinta tanaman hias tentunya sudah sangat mengenal bunga anggrek yang menjadi primadona tanaman hias dengan pesonanya yang sangat indah dan terlihat mewah. Warna, bentuk dan keunikan motif bunga menjadi daya tarik utama dari tanaman ini.

Tanaman anggrek memiliki berbagai macam kelompok dan varietas. Salah satu yang paling mudah untuk dibudidayakan adalah kelompok anggrek tanah. Dinamakan anggrek tanah karena tanaman ini ditanam dan dipelihara di permukaan tanah. Media tanam berupa bahan organik seperti kompos, arang sekam, pupuk kandang, serat pakis, sabut kelapa, serasah daun bambu, hingga serutan kayu diletakkan di permukaan parit tempat pangkal batang anggrek berada. Hal ini dibutuhkan agar drainase menjadi lebih baik dan mudah meloloskan air.

Pertumbuhan anggrek tanah membutuhkan sinar matahari langsung sekaligus  kelembaban yang cukup, serta penyangga saat tanaman semakin meninggi. Pada batang anggrek akan tumbuh akar angin yang berfungsi menyerap air dan hara dari udara sekitar tanaman. Dengan adanya akar angin, maka batang tanaman anggrek tanah dapat menjadi bibit baru dengan cara memotong batang di bawah akar angin tersebut, dan bibit bisa langsung ditanam seperti model stek.

 Anggrek tanah kini hadir di lokasi Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan di Kalijodo, tepatnya di sisi Utara Hariston Hotel & Suites di Penjaringan, Jakarta Utara. Dua jenis anggrek tanah yang kini menghuni Kalijodo yaitu Vanda Douglas dan Giwi (kalajengking kuning).

 Potensi ekonomi anggrek sebagai tanaman hias sangat prospektif untuk dikembangkan, mengingat plasma nutfah anggrek di Indonesia sangat besar, dengan keindahan dan keunikan yang beragam.

 Hayoo… tertarik juga kan menanam anggrek tanah?