JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, (09/09/2021) --  Benih berkualitas tidak dapat disangkal lagi termasuk faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas bawang merah. Ketersediaan benih berkualitas yang merupakan varietas unggul, bebas hama dan patogen, serta berlabel, masih terbatas. Umumnya petani membeli benih bawang merah tanpa memiliki kriteria benih yang baik dan berkualitas, bahkan tidak berlabel. Penggunaan benih bawang merah dari umbi secara terus menerus pun menanggung resiko yang tinggi, terutama jika tanpa seleksi dapat memunculkan penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang berasal dari pertanaman sebelumnya seperti penyakit layu (Fusarium sp.), antraknosa (Colletotrichum sp.), bakteri, dan virus.

BPTP Jakarta bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, melaksanakan kegiatan budi daya bawang merah yang berasal dari Benih Sumber yang akan diturunkan kembali untuk menjadi benih. Kegiatan berlokasi di BBI Ujung Menteng, Jakarta Timur. Benih yang digunakan berasal dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa).

Hingga saat ini, Balitsa telah melepas 11 varietas bawang merah yang cocok ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Beberapa varietas bawang merah dataran rendah yang cocok ditanam di wilayah Jakarta yaitu varietas Sembrani dan Pancasona. Selain cocok ditanam di dataran rendah, varietas Sembrani juga cocok ditanam di luar musim atau pada musim hujan (offseason ).

Ada tiga varietas yang diujiadaptasikan di Jakarta yaitu, varietas Sembrani, Pancasona dan Keramat. Pada fase vegetatif ketiga varietas tersebut, pertumbuhan terlihat baik dan tidak terserang hama penyakit. Semoga hasil perbenihan bawang merah ini dapat memenuhi kebutuhan benih sumber bawang merah di Jakarta dan menginspirasi wilayah sekitarnya untuk ikut bertanam bawang merah. Semoga...